Jumat, 31 Juli 2020

Rangkuman Materi Kehidupan Masyarakat Indonesia pada Masa Praaksara - Sejarah (My Journey)

A. Proses Muncul dan Berkembangnya Kehidupan Awal Manusia dan Masyarakat di Kepulauan Indonesia

1. Zaman Arkhaikum (Azoikum)

Zaman Arkhaikum 2.500 juta tahun yang lalu sebelum ada kehidupan sebab bumi masih panas.

2. Zaman Paleozoikum

Zaman Palaezoikum 340 juta tahun yang lalu, mulai ada kehidupan tertua di bumi (zaman primer).
Zaman hidup pertama di bumi terbagi menjadi beberapa tahap kehidupan, antara lain, sebagai berikut.
  • Cambrium, ada kehidupan amat primitif seperti kerang dan ubur-ubur.
  • Silur, mulai ada kehidupan hewan bertulang belakang, misalnya, ikan.
  • Devon, mulai ada kehidupan binatang jenis amfibi tertua.
  • Carbon, mulai ada binatang merayap jenis reptil.
  • Perm, mulai ada hewan darat, ikan air tawar, dan amfibi. 
3. Zaman Mesozoikum

Zaman Mesozoikum 140 juta tahun yang lalu, mulai muncul reptil raksasa dinosaurus (zaman
sekunder). Zaman ini terbagi menjadi tiga.
  • Trias, terdapat kehidupan ikanamfibi, dan reptil.
  •  Jura, terdapat reptil dan sebangsa katak.
  • Calcium, terdapat burung pertama dan tumbuhan berbunga

4. Zaman Neozoikum

Zaman Neozoikum adalah zaman bumi baru (bumi sudah terbentuk seluruhnya). Zaman ini terbagi menjadi zaman tersier dan zaman kuarter. 

a. Zaman tertier, yaitu zaman hidup ketiga
  • Makhluk hidupnya berupa binatang menyusui sejenis monyet dan kera.
  • Reptil raksasa mulai lenyap.
  • Pada akhir zaman ini sudah ada jenis kera-manusia. 
  • Pada saat itu, Benua Afrika masih menyatu dengan Jazirah Arab.
b.Zaman Kuarter 600.000 tahun yang lalu, zaman ini terdiri dari:

– Kala Pleistosen 600.000 tahun
  • Terjadi penurunan suhu dengan drastis bahkan sampai di bawah 0 'C sehingga muncul zaman Es (zaman Glasial). 
  • Permukaan laut menurun sehingga perairan dangkal berubah menjadi daratan. 
  • Ketika es Kutub Utara mencair (interglasial), permukaan air laut naik dan menenggelamkan sebagian Eropa Utara, Asia Utara, dan Amerika Utara. Pulau Jawa, Bali, Kalimantan, dan Sumatra terpisah dari daratan Asia.
– Kala Holosen 20.000 tahun
  • Zaman lahirnya jenis Homo sapiens, yaitu jenis manusia seperti manusia sekarang. 

B. Jenis-jenis Manusia Purba di Indonesia 

1. Meganthropus

Meganthropus berasal dari lapisan Pleistosen Bawah yang sampai sekarang belum ditemukan perkakasnya. Ciri dari Meganthropus palaeojavanicus adalah
  • Memiliki tulang pipi yang tebal
  • Memiliki otot rahang yang kuat
  • Tidak memiliki dagu
  • Memiliki tonjolan belakang yang tajam
  • Memiliki tulang kening yang menonjol
  • Memiliki perawakan yang tegap
  • Memakan tumbuh-tumbuhan
  • Hidup berkelompok dan berpindah-pindah
2. Pithecanthropus

Pithecanthropus artinya manusia kera.Jenis Pithecanthropus memiliki ciri-ciri tubuh dan kehidupan
sebagai berikut.
  • Memiliki rahang bawah yang kuat.
  • Memiliki tulang pipi yang tebal.
  • Keningnya menonjol.
  • Tulang belakang menonjol dan tajam.
  • Tidak berdagu.
  • Perawakannya tegap, mempunyai tempat perlekatan otot tengkuk yang besar dan kuat.
  • Memakan jenis tumbuhan.
Jenis Pithecanthropus ini paling banyak jenisnya ditemukan di Indonesia.

a. Pithecanthropus erectus 

Berdasarkan penelitian para ahli, Pithecanthropus erectus memiliki ciri tubuh sebagai berikut.
  1. Berjalan tegak.
  2. Volume otaknya melebihi 900 cc.
  3. Berbadan tegap dengan alat pengunyah yang kuat.
  4. Tinggi badannya sekitar 165 – 170 cm.
  5. Berat badannya sekitar 100 kg.
  6. Makanannya masih kasar dengan sedikit dikunyah.
  7. Hidupnya diperkirakan satu juta sampai setengah juta tahun yang lalu.
b. Pithecanthropus robustus --> Manusia kera berahang besar

c. Pithecanthropus dubuis  -->(dubuis artinya meragukan)

d. Pithecanthropus soloensis --> Manusia kera dari Solo 


3. Homo

a. Homo wajakensis (Manusia dari Wajak)

Jenis ini ditemukan di Wajak, Tulungagung pada tahun 1889 ketika Von Rietschoten menemukan beberapa bagian tengkorak.Lapisan asalnya adalah Pleistosen Atas, termasuk ras Australoid dan bernenek moyang Homo soloensis serta menurunkan penduduk asli Australia. Oleh Von Koenigswald, Homo wajakensis dimasukkan dalam Homo sapiens (manusia cerdas) sebab sudah mengenal upacara penguburan.

b. Homo soloensis (Manusia dari solo)

Pada waktu ahli geologi Belanda, C. Ter Haar, menemukan lapisan tanah di Ngandong (Ngawi Jawa Timur) bersama Ir. Oppenoorth tahun 1931 – 1932. Mereka menemukan sebelas tengkorak fosil Homo soloensis di lapisan Pleistosen Atas yang kemudian diselidiki oleh Von Koenigswald dan Weidenreich.

c. Homo sapiens

Homo sapiens artinya manusia cerdas. Adapun ciri-cirinya adalah
  1. Volume otaknya antara 1.000 cc – 1.200 cc;
  2. Tinggi badan antara 130 – 210 m;
  3. Otot tengkuk mengalami penyusutan;
  4. Alat kunyah dan gigi mengalami penyusutan;
  5. Muka tidak menonjol ke depan;
  6. Berdiri dan berjalan tegak,
  7. Berdagu dan tulang rahangnya biasa, tidak sangat kuat.
Jenis Homo sapiens di dunia terdiri dari subspesies yang sampai sekarang dianggap menurunkan berbagai manusia, yaitu sebagai berikut.

1) Ras Mongoloid  (Asia Timur, yakni Jepang, Cina, Korea, dan Asia Tenggara.)
  • Kulit kuning
  • Mata sipit
  • Rambut lurus. 
2) Ras Kaukasoid Eropa, India Utara (ras Arya), Yahudi (ras Semit), Arab, Turki, dan daerah Asia Barat lainnya. )
  •  Berkulit putih
  •  Tinggi
  • Rambut lurus
  • Hidung mancung. 
3) Ras NegroidAustralia (ras Aborigin), ke Papua (ras Papua sebagai penduduk asli), dan ke
Afrika. )
  • Kulit hitam
  • Rambut keriting,
  • Bibir tebal. 

Rangkuman Materi Penelitian Sejarah - Sejarah ( My Journey )

A. Langkah-Langkah dalam Penelitian Sejarah 

1. Heuristik-->Tahap mencari dan mengumpulkan sumber-sumber yang relevan dengan topik atau judul penelitian.

2. Verifikasi-->Verifikasi dalam sejarah memiliki arti pemeriksaan terhadap kebenaran laporan tentang suatu peristiwa sejarah. Penilaian terhadap sumber-sumber sejarah menyangkut aspek ekstern dan intern. 
  • Aspek intern --> Pengecekan isi dari sumber sejarah.
  • Aspek ekstern--> Pengecekan terhadap keakuratan dokumen sejarah tersebut, misalnya, waktu pembuatan dokumen, bahan, atau materi dokumen.  

3. Interpretasi-->Penafsiran fakta sejarah dan merangkai fakta tersebut menjadi satu kesatuan yang harmonis dan masuk akal.

4. Historiografi --> Penulisan sejarah berdasarkan sumber sejarah.

B. Pengertian Sumber, Bukti, dan Fakta Sejarah

1. Sumber sejarah

Sumber sejarah adalah semua yang menjadi pokok sejarah. Muh. Yamin mengatakan bahwa sumber sejarah adalah kumpulan benda kebudayaan untuk membuktikan sejarah.

Sumber-sumber sejarah.
  • Sumber lisan, yaitu keterangan langsung dari pelaku atau saksi dari peristiwa yang terjadi pada masa lampau.
  • Sumber tertulis yang diperoleh dari peninggalan tertulis. Jika tulisan yang didapat adalah tulisan kuno, perlu ilmu bantu, yaitu epigrafi.
  • Sumber benda kuno, untuk mengungkapkannya perlu bantuan ilmu lainnya, seperti arkeologi, ikonografi, nomismatik, ceramologi, geologi, antropologi, dan paleontologi.
2. Bukti dan fakta sejarah
  • Bukti peninggalan sejarah merupakan sumber penulisan sejarah. 
  • Kata fakta berasal dari bahasa Latin, factus atau facerel, yang artinya selesai atau mengerjakan. Fakta adalah hasil dari seleksi data yang terpilih
Fakta sejarah mempunyai beberapa bentuk.
  1. Artefak, yaitu semua benda baik secara keseluruhan atau sebagian hasil garapan tangan manusia.
  2. Fakta sosial adalah fakta sejarah yang berdimensi sosial, misalnya, interaksi antar manusia dan pakaian adat.
  3. Fakta mental, yaitu fakta yang sifatnya abstrak, misalnya, keyakinan (kepercayaan). 
C. Jenis-Jenis Sejarah

Menurut Louis Gattaschalk dalam bukunya yang berjudul Mengerti Sejarah, terjemahan Nugroho Notosusanto tahun 1975, ia membagi sejarah dalam tiga jenis:
  1. Yang  menentukan kelangsungan hidup rekaman sejarah hanya kebetulan ditemukan;
  2. Untuk penulisan sejarah di masa mendatang dengan teknik sampling, akan diperoleh tokoh sejarah yang konkret;
  3. Penulisan sejarah yang menggunakan contoh par excellen, yaitu seorang individu terkemuka dalam bangsanya yang memiliki watak mampu memperbaiki perilaku bangsanya secara optimal menyeluruh.
Jenis-jenis sejarah berdasarkan fokus masalah dibedakan menjadi empat.
  • Sejarah geografi, dikaitkan dengan lokasi di mana peristiwa itu terjadi.
  • Sejarah ekonomi, yang dibicarakan bagaimana upaya memenuhi kebutuhan manusia.
  • Sejarah sosial, yang dikaitkan dengan kehidupan masyarakat pada suatu masa.
  • Sejarah politik, yang dibicarakan tentang kekuasaan yang terjadi pada suatu masa.
Jenis sejarah dilihat dari cakupan geografis terbagi menjadi tiga.
  • Sejarah dunia, yang menceritakan kehidupan manusia di dunia.
  • Sejarah nasional, yang  menceritakan sejarah bangsa Indonesia.
  • Sejarah lokal, yang menceritakan suatu peristiwa yang terjadi di suatu daerah atau tempat tertentu di Indonesia.Oleh karena itu, dapat kita perhatikan bagaimana kenyataan dalam penulisan sejarah lokal sebagai berikut.
    1) Sejarah lokal hanya membicarakan daerah tertentu saja.
    2) Sejarah lokal lebih menekankan struktur daripada prosesnya.
    3) Sejarah lokal hanya membicarakan peristiwa tertentu yang dianggap terkenal di suatu daerah.
    4) Sejarah lokal hanya membahas aspek tertentu saja.
D. Prinsip-Prinsip Dasar dalam Penelitian Sejarah Lisan

Prinsip dasar penelitian sejarah lisan dapat dilakukan dengan teknik sebagai berikut.
  • Sumber berita dari pelaku sejarah.--> Pelaku merupakan unsur utama yang berperan dalam suatu peristiwa .
  • Sumber berita dari saksi sejarah. --> Orang yang pernah melihat atau menyaksikan suatu peristiwa, tetapi bukan pelaku, disebut saksi. 
  • Sumber berita dari tempat kejadian. 

Rangkuman Materi Tradisi Sejarah Masyarakat Indonesia Masa Praaksara dan Masa Aksara - Sejarah (My Journey)

A. Tradisi Sejarah Masyarakat Masa Praaksara

1. Periodisasi masyarakat Indonesia masa praaksara

a. Tradisi manusia hidup berpindah (zaman Paleolitikum)

Sedikit info !
  • Hidup berpindah  (Nomaden).
  • Mengumpulkan makanan (food gathering)
  • Disebut  sebagai kebudayaan Pacitan dan kebudayaan Ngandong.
  • Jenis manusia yang hidup Pithecanthropus
Hasil budaya >>

  1. Alat yang terbuat dari tulang yang biasa disebut bone culture .
  2. Chopper (kapak penetak) disebut juga kapak genggam. 

b. Peningkatan hidup manusia memasuki hidup setengah menetap/semisedenter (zaman Mesolitikum)

Hasil budaya >>
  1. Kjokkenmoddinger (sampah kerang)
  2. Abris sous roche (gua tempat tinggal). 
  3. Kapak genggam (pebble) disebut juga kapak Sumatra,
  4. Kapak pendek (hache courte), 
  5. Pipisan.
c. Tradisi manusia zaman hidup menetap (zaman Neolitikum)

Sedikit info !
  • Menghasilkan makanan sendiri (food producing, )
  • Kepercayaan zaman bercocok tanam adalah menyembah dewa alam.
Hasil budaya >>
  1. Kapak persegi
  2. Beliung persegi
  3. Pebble (kapak Sumatra
  4. Kapak genggam. 
d. Tradisi Megalitikum

Hasil budaya >>
  1. Menhir  --> Tugu batu besar tempat roh nenek moyang, ditemukan di Sumatra
  2. Dolmen  --> Meja batu besar (altar),
  3. Sarkofagus  --> Kubur peti batu besar. 
  4. Punden berundak  --> Bangunan yang disusun secara bertingkat-tingkat.
  5. Waruga --> Kubur batu yang tidak memiliki tutup.
  6. Arca batu 
e. Tradisi zaman perundagian

Sedikit info !

  • Sudah hidup secara menetap.
  • Mengenal sistem barter.
  • Kepercayaan animisme dan dinamisme.
Hasil budaya >>
  1. Nekara
  2. Moko
  3. Kapak corong
  4. Arca perunggu

2. Ciri-ciri masyarakat praaksara

a. Kemampuan berlayar

Ciri khas --> Adanya perahu bercadik. Bukti adanya perahu bercadik tersebut terpahat pada relief candi Borobudur yang berasal dari abad ke-8. Relief tersebut melukiskan tiga jenis perahu, yaitu
  1. Perahu besar yang bercadik,
  2. Perahu besar yang tidak bercadik, dan
  3. Perahu lesung (sampan yang dibuat dari satu batang kayu yang dikeruk di dalamnya menyerupai lesung, tetapi bentuknya memanjang.) 
b. Kemampuan bersawah

Perkembangan kemampuan bersawah adalah sebagai berikut.

Ladang sederhana--> Sistem persawahan--> Sistem irigasi --> Pembuatan terasering di lereng pegunungan --> Pembuatan bendungan atau dam air yang sederhana. 


c. Mengenal astronomi

  • Memanfaatkan teknologi angin musim --> Tenaga penggerak dalam aktivitas pelayaran dan perdagangan.
  • Bintang Waluku -->  Pertanda awal musim hujan.
  • Bintang Biduk Selatan dan Bintang Pari (orang Jawa menyebut Lintang Gubug Penceng) --> Menunjukan arah selatan 
  • Bintang Biduk Utara --> Menunjukkan arah utara
d. Sistem mocopat

  • Sistem mocopat adalah suatu kepercayaan yang didasarkan pada pembagian empat penjuru arah mata angin, yaitu utara, selatan, barat, dan timur.  
  • Pola susunan masyarakat mocopat merupakan suatu kepercayaan dalam menata dan menempatkan suatu bangunan yang bersudut empat, dengan susunan ibu kota pusat pemerintahan terdapat alun-alun di sekitar istana, serta ada bangunan tempat pemujaan, pasar, dan penjara. 

e. Kesenian wayang --> Kesenian wayang semula berpangkal pada pemujaan roh nenek moyang. Semula wayang diwujudkan sebagai boneka nenek moyang yang dimainkan oleh dalang pada
malam hari. Setelah kedatangan hinduisme ke nusantara maka kisah nenek moyang digantikan kisah Ramayana dan Mahabharata. Pada waktu senggang, nenek moyang yang sudah menetap dan hidup bercocok tanam menyalurkan bakat seninya serta pemujaan setelah panen dengan pertunjukan wayang. Pertunjukan tersebut untuk memuja Dewi Sri yang telah memberi berkah pertanian. 

f. Seni gamelan --> Pada waktu musim bercocok tanam sudah usai masyarakat kuno itu membuat alat musik gamelan, mengembangkan seni membatik,dan mengadakan pertunjukan wayang semalam suntuk untuk dapat dilihat oleh masyarakat di sekitarnya.

g. Seni membatik -->Membatik dilakukan untuk mengisi waktu luang bercocok tanam setelah panen, sekaligus merupakan kegiatan religius, sebab ada kegiatan membatik tertentu yang dimaksudkan untuk menghormati nenek moyang mereka.

h. Pengaturan masyarakat --> Cara pemilihan pemimpin yaitu primus inter paresdimana orang yang paling kuat dan tangguhlah yang akan dijadikan pemimpin.

i. Sistem ekonomi dengan mengenal perdagangan --> Barter.

j. Sistem kepercayaan --> Manusia di zaman hidup bercocok tanam sudah percaya adanya dewa alam yang menciptakan banjir, gunung meletus, gempa bumi, dan sebagainya.

3. Cara masyarakat yang belum mengenal tulisan mewariskan masa lalunya

Berikut metode-metode pewarisan masa lalu yang dilakukan masyarakat praaksara melalui keluarga dan masyarakat
  1. Folklore -->  Cerita rakyat yang diwariskan secara turun temurun, tetapi belum dibukukan.
  2. Mitologi --> Cerita tentang asal-usul alam semesta, manusia, atau bangsa yang diungkapkan dengan cara-cara gaib dan mengandung arti yang dalam.
  3. Legenda-->Cerita rakyat yang dianggap benar-benar terjadi yang ceritanya dihubungkan dengan tokoh sejarah, telah dibumbui dengan keajaiban, kesaktian, dan keistimewaan tokohnya.
  4. Dongeng--> Cerita rakyat yang tidak benar-benar terjadi, diceritakan karena berisi petuah, kebaikan mengalahkan kejahatan, ajaran moral, dan petuah bijak lainnya. 
  5. Upacara-->  Upacara adalah serangkaian tindakan atau perbuatan yang terikat pada aturan tertentu berdasarkan adat istiadat, agama, dan kepercayaan. Jenis upacara dalam kehidupan masyarakat, antara lain, upacara penguburan, upacara perkawinan, dan upacara pengukuhan kepala suku.
  6.  Lagu-lagu daerah --> Syair-syair yang ditembangkan dengan irama menarik dalam bentuk lisan. Lagu rakyat dikenal dengan sebutan folksong. 

B. Tradisi Sejarah Masyarakat Indonesia Masa Aksara

1. Masyarakat Indonesia masa aksara

a. Perkembangan sejarah setelah mengenal aksara

- Deutero Melayu 

1) Dalam bidang pemerintahan -->  menganut asas demokrasi, bentuk organisasi kemasyarakatan  adalah kesukuan. Kepala suku dipilih dari orang yang memiliki kemampuan tertinggi (primus inter pares)

2) Dalam bidang ekonomi --> Menggunakan ekonomi barang (pertukaran/barter), hidup gotong royong dalam mengerjakan sawah, berkelompok, dan semua hak milik digunakan bersama.

3) Kepercayaan -->  Animisme dan dinamisme.

- Pengaruh India

1) Dalam bidang pemerintahan --> Berbentuk kerajaan, Kekuasaan raja diberikan secara turun temurun dan tidak dipilih rakyat sehingga rakyat menerima saja.

2) Dalam bidang budaya--> Munculnya seni sastra,para raja dan penguasa mulai menuliskan perintah
melalui prasasti , karya candi .

3) Dalam bidang sosial --> Sudah ada desa sebagai satu kelompok masyarakat. Penerapan aturan untuk membina masyarakat sudah ada, kehidupan masyarakatnya bersifat gotong royong. 

4) Dalam kepercayaan--> Mulai mengenal agama Hindu dan Buddha. 

b. Perkembangan rekaman tertulis

Jejak sejarah dapat dibedakan menjadi dua.

1) Jejak historis, yaitu suatu kejadian pada masa lampau yang memiliki nilai sejarah. 
2) Jejak nonhistoris, yaitu suatu kejadian pada masa lampau yang tidak memiliki nilai sejarah. 

Jejak historis yang berwujud tulisan merupakan rekaman tertulis tradisi masyarakat pada masa lalu. Rekaman tertulis di Indonesia terbagi menjadi beberapa kategori ,sebagai berikut.

1) Sumber tertulis sezaman dan setempat --> Ditulis oleh orang yang mengalami peristiwa itu, atau ditulis waktu itu, atau ditulis tidak lama setelah peristiwa itu terjadi dan ditulis di dalam negeri.

2) Sumber tertulis sezaman tetapi tidak setempat --> Ditulis oleh orang yang mengalami peristiwaitu, atau ditulis waktu itu, atau ditulis tidak lama setelah peristiwa itu terjadi, tetapi ditulis di luar negeri.

3) Sumber tertulis setempat tidak sezaman-->Ditulis lama sesudah peristiwa terjadi, mungkin sudah berdasarkan cerita dari mulut ke mulut atau berdasar cerita rakyat.

2. Perkembangan penulisan sejarah di Indonesia

Secara garis besar ada tiga jenis penulisan sejarah (historiografi) Indonesia.

a. Penulisan sejarah tradisional (historiografi tradisional)

Sifat -- >Istanasentris 

Isi -->  Masalah-masalah pemerintahan dari raja-raja yang berkuasa, bersifat istanasentris yang mengutamakan keinginan dan kepentingan raja. 

Penulisan sejarah tradisional pada umumnya lebih menekankan pada beberapa hal berikut.
  1. Hanya membahas aspek tertentu, misalnya, hanya aspek keturunan (genealogi saja) atau hanya diutamakan aspek kepercayaan (religius saja).
  2. Hanya membicarakan peristiwa tertentu yang dianggap penting dan perlu ditanamkan di tengah masyarakatnya untuk kepentingan istana belaka.
  3. Mengedepankan sejarah keturunan dari satu raja kepada raja berikutnya.
  4. Sering sejarah tradisional hanya memuat biografi tokoh-tokoh terkemuka di masa kekuasaannya.
  5. Sejarah tradisional menekankan pada struktur bukan prosesnya

b. Penulisan sejarah kolonial (historiografi kolonial)

Sifat -- >  Eropasentris

Isi --> Merendahkan derajat bangsa Indonesia dan mengunggulkan derajat bangsa Eropa

Tujuan -->Memperkukuh kekuasaan mereka di Nusantara.

c. Penulisan sejarah nasional (historiografi nasional)

Sifat -- > Indonesia sentris

Metodologi-->  Sejarah Indonesia 

Pendekatan --> Multidimensional

Isi --> Pedihnya keadaan di zaman pergerakan nasional Indonesia oleh penjajahan barat sehingga membangkitkan semangat rakyat untuk merdeka.

Tujuan --> Membangkitkan semangat rakyat untuk merdeka. 

Rangkuman Materi Hakikat Ruang Lingkup Ilmu Sejarah - Sejarah (My Journey)

A. Pengertian Sejarah

  • Sejarah adalah suatu ilmu pengetahuan yang mempelajari segala peristiwa atau kejadian yang telah terjadi pada masa lampau dalam kehidupan umat manusia.
  • Dalam bahasa Inggris, kata sejarah disebut history, artinya masa lampau; masa lampau umat manusia. 
  • Dalam bahasa Arab, sejarah disebut sajaratun (syajaroh), artinya pohon dan keturunan.
  • Dalam bahasa Yunani, kata sejarah disebut istoria, yang berarti belajar
B. Cakupan dan Aspek Sejarah

1. Cakupan Aspek

Sejarah terus berkesinambungan sehingga merupakan rentang peristiwa yang panjang. Oleh karena itu, sejarah mencakup:
  1. Masa lalu yang dilukiskan berdasarkan urutan waktu (kronologis);
  2. Adanya hubungannya dengan sebab akibat;
  3. Kebenarannya bersifat subjektif sebab masih perlu adanya penelitian lebih lanjut untuk mencari kebenaran yang hakiki;
  4. Peristiwa sejarah menyangkut masa lampau, masakini, dan masa yang akan datang.
2. Aspek sejarah.

  • Masa lampu adalah peristiwa, merupakan fakta yang kekal dan abadi serta tidak pernah berubah. Peristiwa masa lampau selalu dikenang dan dibuatkan catatan, bahkan ada juga yang dibuat monumen sejarah.
  • Masa kini untuk dipahami setiap peristiwa sejarah dan bertujuan agar suatu peristiwa sejarah tidak terulang untuk kedua kalinya dalam peristiwa yang sama.
  • Masa yang akan datang, peristiwa sejarah dapat dijadikan pandangan atau pedoman hidup suatu bangsa agar lebih berguna dan berhati-hati, serta lebih bijaksana dalam bertindak dan mengambil keputusan.
C. Sifat-sifat Peristiwa Sejarah
  • Peristiwa abadi, --> Peristiwa yang tidak berubah-ubah dan tetap dikenang sepanjang masa dalam kehidupan manusia.
  • Peristiwa yang unik, --> Peristiwa yang hanya satu kali terjadi dan tidak pernah terulang lagi.
  • Peristiwa yang penting, --> Peristiwa yang dijadikan momentum atau peringatan karena mempunyai arti dalam menentukan nasib hidup orang banyak.


D. Sejarah sebagai Peristiwa, Kisah, Ilmu, dan Seni

1. Sejarah sebagai Peristiwa
--> Sejarah sebagai peristiwa adalah sejarah sebagai fakta-fakta kejadian yang benar- benar terjadi pada masa lampau.Dari peristiwa-peristiwa itu, dapat diketahui sebab akibat terjadinya suatu peristiwa. 

2. Sejarah sebagai Kisah
--> Sejarah sebagai kisah adalah sejarah sebagai hasil penelitian oleh para ahli sejarah. Dengan kata lain, sejarah sebagai kisah adalah kejadian masa lalu yang diungkapkan kembali berdasarkan penafsiran dan interpretasi yang dapat dipertanggungjawabkan. 

3. Sejarah sebagai Ilmu
-->Sejarah sebagai ilmu merupakan pengetahuan tentang masa lampau yang disusun secara sistematik dengan metode kajian secara ilmiah untuk mendapatkan kebenaran mengenai peristiwa masa lampau. 

Sejarah memenuhi syarat sebagai ilmu, dikarenakan:
  • Sejarah memiliki objek kajian, yakni kejadian;
  • Memiliki suatu metode yang mampu menghubungkan bukti-bukti sejarah;
  • Kisah sejarah tersusun secara sistematis berdasarkan peristiwa awal kejadiannya;
  • Kebenaran fakta sejarah diperoleh dari penelitian sumber yang disusun secara rasionaltidak boleh ditambah atau dikurangi. 
4. Sejarah sebagai Seni
--> Sejarah sebagai seni adalah sejarah sebagai petunjuk moral bagi para pembaca sehingga dalam penulisannya memerlukan imajinasi dan seni tersendiri.

E. Periodisasi dan Kronologi dalam Ilmu Sejarah

1. Periodisasi
--> Periodisasi adalah pembabakan waktu yang digunakan untuk mengetahui suatu peristiwa.  Dalam sejarah Indonesia, periodisasi dibagi dua, yaitu zaman praaksara dan zaman sejarah.

a. Zaman praaksara, yaitu zaman sebelum manusia mengenal tulisan. Sejarah dapat dipelajari berdasarkan peninggalan benda-benda purbakala berupa artefak, fitur, ekofak, dan situs. 
  • Artefak --> Benda peninggalan sejarah yang dapat dipindahkan. Co : alat -alat batu ,gerabah ,dll.
  • Fitur --> Benda peninggalan sejarah yang tidak dapat dipindahkan tanpa merusak tempatnya.
  • Ekofak --> Benda dari unsur lingkungan abiotik atau biotik. 
  • Situs -->  tanah yang diatasnya terdapat peninggalan purbakala. 
b. Zaman sejarah, yaitu zaman di mana manusia sudah mengenal tulisan. Zaman sejarah dibagi tiga sebagai berikut.
  1. Zaman Kuno--> Membicarakan kerajaan Hindu dan Buddha.
  2. Zaman Indonesia Baru--> Membicarakan kerajaan Islam.
  3. Zaman Indonesia Modern--> Membicarakan pemerintahan Hindia Belanda (1800), pergerakan kemerdekaan Indonesia merdeka sampai sekarang atau masa kontemporer. 
2. Kronologi

Kronologi sejarah adalah penyusunan peristiwa menurut atau sesuai urutan kejadian yang didasarkan pada urutan waktu. 

a. Indonesia masa praaksara
Berdasarkan bahan dasarnya, perkembangan budaya terbagi dua.
  1. Zaman batu, dibedakan menjadi zaman batu tua, batu tengah, batu baru dan batu besar.
  2. Zaman logam, dibedakan menjadi zaman tembaga, zaman perunggu, dan zaman besi. Di Indonesia, zaman logam dimulai sejak ditemukannya alat-alat dari perunggu.
b. Indonesia memasuki zaman sejarah

Sejarah Indonesia dimulai dengan ditemukannya sumber tertulis yang pertama, yakni prasasti Kutai sekitar abad ke-5. Pengaruh ini terkait dengan agama Hindu dan Buddha. Di kemudian hari, hal ini berdampak pada masuknya pengaruh Islam ke Nusantara melalui pelayaran dan perdagangan. Perkembangan pengaruh Islam yang pesat akhirnya membentuk kerajaan Islam yang pertama di Nusantara, yakni Samudra Pasai 

3. Kronik dalam ilmu sejarah
Kronik adalah catatan tentang waktu terjadinya suatu peristiwa sejarah.

F. Kegunaan Sejarah 

1. Kegunaan edukatif (memberi pelajaran)
--> Memberi pelajaran mengenai masa lalu , agar suatu kejadian yang buruk tidak terulang kembali.

2. Sejarah berguna memberikan inspirasi (ilham kepada kita)
--> Memberi inspirasi , dorongan ,atau semangat kepada pembaca atau pendengarnya.

3. Sejarah dapat berguna sebagai rekreatif
--> Memberi hiburan yang segar, rasa kesenangan, dan rasa estetis.

Minggu, 26 Juli 2020