Minggu, 27 September 2020

Rangkuman Materi Masalah Sosial - Sosiologi (My Journey)

A. Pengertian Masalah Sosial 
  • Menurut Soerjono Soekanto masalah sosial (problema sosial) merupakan permasalahan-permasalahan yang muncul dalam masyarakat, bersifat sosial dan berhubungan erat dengan nilai-nilai sosial dan lembaga-lembaga kemasyarakatan. 
  • Masalah sosiologi merupakan hasil proses perkembangan masyarakat, artinya problem itu memang sewajarnya timbul, jika tidak diinginkan adanya hambatan- hambatan terhadap penemuan baru atau gagasan baru.
B. Penyebab Terjadinya Masalah Sosial 

Masalah sosial timbul dari kekurangan-kekurangan dalam diri manusia atau kelompok sosial yang bersumber pada faktor-faktor berikut.
  1. Faktor ekonomis, problema dari faktor ekonomi misalnya kemiskinan, pengangguran, dan sebagainya.
  2. Faktor biologis, problema yang timbul dari faktor ini adalah penyakit atau kesehatan tubuh.
  3. Faktor biopsikologis, dari faktor ini timbul penyakit saraf, bunuh diri, dan disorganisasi jiwa.
  4. Faktor kebudayaan, dari faktor ini akan timbul perceraian, kejahatan, kenakalan anak-anak, konflik rasial, dan keagamaan.

C. Ukuran-Ukuran Sosiologi terhadap Masalah Sosial 

1. Kriteria Utama

Kriteria utama suatu masalah sosial yaitu tidak adanya penyesuaian antara ukuran-ukuran dan nilai-nilai sosial dengan kenyataan-kenyataan serta tindakan-tindakan sosial.
2. Sumber-sumber Masalah Sosial

Masalah sosial merupakan persoalan-persoalan yang timbul secara langsung dari atau bersumber langsung pada kondisi-kondisi maupun proses-proses sosial. 

3. Pihak yang Menetapkan Masalah Sosial

Dalam masyarakat masalah sosial merupakan gejala yang wajar. Apabila terdapat sekelompok warga masyarakat menjadi pimpinan masyarakat tersebut, maka sekelompok warga masyarakat tersebut mempunyai kekuasaan dan wewenang yang lebih besar dari orang lain untuk membuat serta menentukan kebijaksanaan sosial.
4. Manifers Masalah Sosial dan Latent Masalah Sosial
  • Manifest social problems merupakan masalah sosial yang timbul sebagai akibat terjadinya kepincangan- kepincangan dalam masyarakat, yang dikarenakan tidak sesuainya tindakan dengan norma dan nilai yang ada dalam masyarakat.
  • Latent social problems juga menyangkut hal-hal yang berlawanan dengan nilai-nilai masyarakat, akan tetapi tidak diakui demikian. 
5. Perhatian Masyarakat dan Masalah Sosial

Kejadian yang merupakan masalah sosial belum tentu mendapatkan perhatian sepenuhnya dari masyarakat. Sebaliknya suatu kejadian yang mendapatkan sorotan masyarakat, belum tentu merupakan masalah sosial. 

D. Beberapa Masalah Sosial Penting
  • Kemiskinan
  • Pengangguran
  • Kejahatan
  • Disorganisasi Keluarga (Broken Home)
  • Masalah Kependudukan

  • Masalah Lingkungan Hidup
  • Pelanggaran terhadap Norma-Norma Masyarakat
  • Generasi Muda dan Masyarakat Modern. Masalah generasi muda ditandai dengan dua ciri yang berlawanan, yaitu berikut.
  1. Keinginan melawan, misalnya dalam bentuk radikalisme dan delinkuensi. Sikap ini mungkin disertai dengan suatu rasa takut bahwa masyarakat akan hancur karena perbuatan-perbuatan menyimpang.
  2. Sikap apatis, biasanya sikap ini disertai rasa kecewa terhadap masyarakat. 

E. Manfaat Penelitian Sosiologi bagi Pembangunan 
  • Pola interaksi sosial.
  • Kelompok sosial yang menjadi bagian masyarakat.
  • Kebudayaan yang berintikan pada nilai-nilai.
  • Lembaga-lembaga yang merupakan kesatuan kaidah yang berkisar pada kebutuhan dasar manusia dan kelompok sosial.
  • Stratifikasi sosial yang merupakan pembedaan penduduk dalam kelas-kelas sosial secara vertikal.

Minggu, 20 September 2020

Rangkuman Materi Seni Teater Tradisional - Seni Budaya Kelas 10 S1 (My Journey)

A. Seni Teater Tradisional

1. Pengertian Teater Tradisional
Teater tradisional adalah bentuk pertunjukan mengenai cerita dahulu yang telah berakar di daerah tersebut.

2. Ciri-ciri Teater Tradisional
  • Menggunakan bahasa daerah.
  • Dilakukan secara improvisasi.
  • Ada unsur nyanyian dan tarian.
  • Diiringi tetabuhan.
  • Dagelan selalu mewarnai.
  • Adanya keakraban antara pemain dan penonton.
  • Suasana santai.

3. Fungsi Teater Tradisional
  • Pemanggil kekuatan gaib.
  • Menjemput roh pelindung.
  • Memanggil roh baik untuk mengusir roh jahat.
  •  Peringatan pada nenek moyang.
  • Pelengkap upacara atas keberhasilan seseorang.
  • Sebagai media hiburan.

B. Unsur -Unsur Teater 

1. Unsur Internal Teater

a. Naskah atau lakon--> Dalam naskah terdapat alur ,tema ,tokoh ,karakter ,latar ,dan sudut pandang pengarang
  • Alur diartikan sebagai jalan cerita.
  • Tema adalah pokok pikiran.
  • Latar adalah tempat dan waktu kejadian peristiwa dalam pembabakan.
  • Sudut pandang pengarang disebut point of view.
b. Pelaku seni--> Pelaku seni adalah orang-orang yang terlibat secara langsung dalam kegiatan artistik dalam penciptaan karya teater.

c. Pentas--> Tempat ,pertunjukan, atau pagelaran seni.

2. Unsur Eksternal Teater

a. Produser--> Orang yang mengurus produksi secara keseluruhan.

b.Sutradara--> Orang yang mengarahkan aktor agar sesuai dengan naskah.

c. Stage manager--> Orang yang mengatur penataan panggung untuk pementasan .

d. Desainer--> Orang yang menyiapkan aspek-aspek pendukung visual.

e. Crew--> Orang yang bertugas sebagai pendukung dalam pementasan drama.

f. Coach--> Orang yang melatih aktor sebelum pementasan.

g. Petugas tata rias--> Orang yang menghias dan memunculkan perwatakan yang mirip dengan aslinya.


C.  Jenis Teater Tradisional
>> Teater tradisional adalah bentuk tontonan yang diwariskan nenek moyang secara turun temurun kepada masyarakat.

  1. Teater rakyat --> Teater rakyat lahir dari spontanitas kehidupan dalam masyarakat, dihayati oleh masyarakat, dan berkembang sesuai dengan perkembangan masyarakat .
  2. Teater klasik --> Teater klasik adalah suatu perkembangan seni yang telah mencapai tingkat tinggi baik teknis maupun coraknya.
  3. Teater transisi--> Teater transisi adalah teater yang bersumber pada teater tradisional, tetapi gaya pementasannya sudah dipengaruhi oleh teater Barat .


D. Unsur Pemeran

1. Naskah --> Hasil karya pemeran ,seniman dan/ atau sutradara yang diangkat ke atas pentas teater.

2. Penokohan dan perwatakan
  • Protagonis--> Tokoh utama.
  • Antagonis--> Lawan tokoh utama.
  • Deutragonis--> Tokoh yang berpihak kepada tokoh utama.
  • Foil--> Tokoh yang berpihak kepada lawan tokoh utama.
  • Tetragonis--> Tokoh yang netral.
  • Confident--> Tokoh yang menjadi tempat pengutaraan tokoh utama.
  • Raisonneur--> Tokoh yang menjadi corong bicara pengarang kepada penonton.
  • Utility--> Tokoh pembantu baik dari kelompok hitam atau putih.

3. Unsur tubuh--> Seperangkat anggota badan dan ekspresi wajah.

4. Unsur suara--> Penyampaian pesan pemeran melalui pengucapan kata-kata.

5. Unsur penghayatan--> Penjiwaan oleh pemeran.

6. Unsur ruang--> Unsur yang diciptakan pemeran dalam bentuk pengolahan posisi tubuh.

7. Unsur kostum--> Perlengkapan yang dikenakan pemeran di atas pentas.

8. Unsur properti--> Perlengkapan yang digunakan pemeran.

9. Unsur musikal--> Unsur pengisi ,penguat , dan pembangun suasana pemeran di atas pentas.

E. Teknik Dasar Pemeran

1.Olah tubuh --> Pembelajaran praktik melalui pengolahan atau pelatihan agar tubuh memiliki stamina yang kuat ,kelentukan ,dan ,daya refleks.
  • Kekuatan tubuh.
  • Peregangan.
  • Keseimbangan tubuh.
2.Olah suara--> Praktik pengolahan atau pelatihan artikulasi suara, intonasi suara ,dinamika suara  ,dan kekuatan suara.
  • Artikulasi merupakan kejelasan dalam mengucapkan kata-kata.
  • Intonasi merupakan irama suara.
  • Kekuatan merupakan Keras lemahnya suara.
  • Dinamika merupakan tempo pengucapan.

3.Olah rasa--> suatu proses latihan yang menempatkan perasaan sebagai objek utama dari pengolahan.
  • Teknik konsentrasi.
  • Penginderaan.
  • Imajinasi.
  • Kepekaan rasa.
4.Ruang
  • Blocking --> Memposisikan diri pada wilayah pentas terutama apabila pentas diisi lebih dari satu orang pemeran.
  • Movement--> Bergerak atau berpindah tempat .
  • Businees--> usaha yang dilakukan pemeran dalam membunuh rasa membosankan .
  • Leveling --> Pengaturan tinggi rendah pemain baik personal maupun gruping .

Lihat juga :

Rangkuman Materi Dampak Perubahan Sosial - Sosiologi (My Journey)

A. Modernisasi dan Perubahan Sosial

1. Konsep Modernisasi

a. Menurut Piotr Sztompka, konsep modernisasi dalam arti khusus yang disepakati teoritisi modernisasi di tahun 1950-an dan tahun 1960-an, didefinisikan dalam tiga cara, yaitu: historis, relatif, dan analisis.
  • Historis --> Menurut definisi historis, modernisasi sama dengan westernisasi atau amerikanisasi. Dalam hal ini, modernisasi dilihat sebagai gerakan menuju ciri-ciri masyarakat yang dijadikan model. 
  • Relatif -->  Dalam pengertian dan terminologi relatif, modernisasi berarti upaya yang bertujuan untuk menyamai standar yang dianggap modern baik oleh rakyat banyak maupun oleh elit penguasa. 
  • Analisis --> Melukiskan dimensi masyarakat modern dengan maksud untuk ditanamkan dalam masyarakat tradisional atau masyarakat pra-modern.
Beberapa konsep modernisasi menurut para ahli adalah sebagai berikut.

b. Neil Smelser -->  Smelser melukiskan modernisasi pada enam bidang utama, yakni sebagai berikut.
  • Ekonom--> Mengakarnya teknologi dalam ilmu pengetahuan, bergerak dari pertanian subsistensi ke pertanian komersial, penggantian tenaga binatang dan manusia oleh energi benda mati dan produksi mesin, serta berkembangnya bentuk pemukiman urban dan konsentrasi tenaga kerja di tempat tertentu.
  • Politik--> Adanya transisi dari kekuasaan suatu sistem hak pilih, perwakilan, partai politik, dan kekuasaan demokratis.
  • Pendidikan--> Penurunan angka buta huruf dan peningkatan perhatian pada pengetahuan, keterampilan, dan kecakapan.
  • Agama-->  Adanya sekulerisasi.
  • Kehidupan keluarga--> Berkurangnya peran ikatan kekeluargaan dan makin besarnya spesialisasi fungsional keluarga.
  • Stratifikasi--> Penekanan pada mobilitas dan prestasi individual daripada status yang diwarisi. 
c. Alex Inkeles dan Smith Inkeles-->Menggambarkan adanya tipe kepribadian khusus yang menurut pandangannya sebagai ciri masyarakat modern. Adapun ciri-ciri kepribadian modern menurut kedua tokoh ini adalah sebagai berikut.
  • Bebas dari kekuasaan tradisional, antidogmatis dalam berpikir.
  • Memperhatikan masalah publik.
  • Terbuka terhadap pengalaman baru.
  • Yakin terhadap sains dan nalar.
  • Berencana, tanggap berorientasi ke masa depan, mampu menunda kepuasan.
  • Aspirasi tinggi, berpendidikan, berbudaya, dan profesional.
2. Gejala-Gejala Modernisasi

a) Ilmu Pengetahuan dan Teknologi --> Penemuan dan pembaharuan berbagai unsur teknologi baru yang dapat meningkatkan kemakmuran rakyat.

b) Bidang Ekonomi-->Kemajuan bidang industri menggunakan tenaga modern untuk meningkatkan ekspor dan menarik tenaga kerja. 

c)Politik dan Ideologi-->Pemikiran-pemikiran baru tentang ketatanegaraan dan falsafah negara. 

d)Bidang Agama dan Kepercayaan-->Aspek nilai maupun pemikiran yang terbuka terhadap berbagai perubahan, dan menyikapinya secara positif, sehingga ada keseimbangan antara masalah-masalah keduniawian dan masalah-masalah non-keduniawian. 

3. Globalisasi

Konsep globalisasi dapat diartikan sebagai pengglobalan atau penyatuan seluruh aspek kehidupan di dunia ini. 

Jargon globalisasi muncul dari neoliberalisme yang memiliki agenda restrukturisasi perekonomian dunia. Prinsip dari neoliberalisme adalah menolak campur tangan negara dalam bidang perekonomian, membuka pasar seluas mungkin tanpa menghiraukan masalah kedaulatan, keadilan, dan hak asasi manusia.  

Adapun problematika yang menjadi tantangan global terhadap eksistensi jati diri bangsa adalah sebagai berikut:
  • Pluralitas
  • Timbulnya krisis moneter yang kemudian berkembang menjadi krisis multidimensi. 
  • Kemajuan teknologi informasi telah menjadikan jarak spasial semakin menyempit dan jarak waktu semakin memendek.

B. Dampak Perubahan Sosial

1. Dampak positif --> Mengarah pada kemajuan dengan menuju terciptanya masyarakat yang adil dan sejahtera.
  • Adanya kemudahan dalam komunikasi
  • Kemajuan teknologi di berbagai bidang
2. Dampak negatif --> Mengarah pada kemunduran
  • Adanya tindak kriminalitas
  • Konflik sosial
  • Deviasi sosial
  • Masyarakat lebih suka masakan cepat saji.
  • Masyarakat cenderung meniru cara berpakaian ala Barat. 
  • Munculnya pergaulan bebas.
  • Banyak pulau-pulau di Indonesia yang digadaikan kepada perusahaan/ negara asing. 
 Akibat perubahan sosial dan budaya yang terjadi tidak jarang berdampak beberapa gejala sosial lainnya yang bisa diamati, misalnya sebagai berikut.
  • Anomie, yaitu keadaan dimana seseorang sudah tidak mempunyai pegangan apapun dalam menjalani kehidupan.
  • Culture shock atau kegoncangan budaya, yaitu keadaan dimana seseorang atau masyarakat tidak siap menerima kebudayaan baru yang sifatnya asing yang tiba-tiba datang. 
  • Culture lag atau ketertinggalan budaya, kondisi dimana salah satu komponen budaya tidak bisa menyesuaikan diri atau beradaptasi dengan komponen budaya lainnya yang sudah mengalami perubahan terlebih dahulu. 
C. Perilaku Masyarakat sebagai Dampak Perubahan Sosial

1. Penyesuaian

Pada praktiknya, terdapat dua kecenderungan perilaku masyarakat sebagai akibat adanya perubahan sosial budaya. Kedua kecenderungan tersebut adalah sebagai berikut.

a. Adjustment (Penyesuaian) --> Sikap masyarakat yang cenderung mengadaptasikan diri. Penyesuaian diri terhadap berbagai perubahan sosial juga dapat dibedakan menjadi dua kriteria, yaitu:
  • Penyesuaian Individu.

  • Penyesuaian Lembaga-Lembaga Kemasyarakatan.
b. Maladjustment (Ketidakpenyesuaian Sosial) --> Masyarakat tidak dapat menyesuaikan diri dengan perubahan yang memungkinkan terjadinya anomie.

2. Disintegrasi dan Reintegrasi

a. Disintegrasi -->Perpecahan di kalangan masyarakat atau suatu keadaan dimana tidak ada suatu keserasian pada bagian-bagian dari satu kebulatan. 

b. Reintegrasi --> Suatu proses pembentukan norma-norma dan nilai-nilai yang baru untuk menyesuaikan diri dengan lembaga-lembaga kemasyarakatan yang telah mengalami perubahan. 

3. Penolakan dan Penerimaan Perubahan Sosial

a. Penolakan perubahan sosial

Menurut Spicer, suatu perubahan akan mengalami penolakan apabila dalam prosesnya perubahan tersebut mengalami hal sebagai berikut. 
  • Perubahan itu dipaksakan oleh pihak lain yang menghendaki perubahan, sementara masyarakat setempat menolaknya.
  • Perubahan sosial budaya yang tidak sejalan dengan norma yang berlaku dan tidak dipahami oleh masyarakat.
  • Perubahan sosial budaya tersebut dinilai sebagai ancaman terhadap nilai-nilai yang ada dalam masyarakat setempat. 
b. Penerimaan perubahan sosial

Penerimaan terhadap perubahan tidak pernah bersifat menyeluruh, tetapi bersifat selektif dan didasarkan pada beberapa pertimbangan sebagai berikut.
  • Sikap dan nilai-nilai khusus yang terdapat dalam masyarakat.
  • Pembuktian perubahan sosial.
  • Kesuaian dengan budaya yang berlaku.
  • Risiko perubahan sosial.
  • Peranan agen perubahan.

  • Efek sosial dari perubahan sosial.

D. Sikap Kritis terhadap Perubahan Sosial

Dalam menyikapi pengaruh perubahan sosial budaya dalam masyarakat, dapat bersifat konservatif, progresif, maupun moderat.

1. Konservatif -->Sikap yang berusaha mempertahankan keadaan, kebiasaan, dan tradisi yang berlaku dalam masyarakatnya. 

2. Progresif-->Adanya hasrat untuk mengganti tradisi lama dengan tradisi yang betul-betul baru. 

3. Moderat-->Menghindarkan perilaku atau pengungkapan yang ekstrem, berkecenderungan ke arah jalan tengah, dan dalam pandangannya ia mau mempertimbangkan pada pihak lain.  Bersifat moderat berarti mendahulukan sesuatu yang baru daripada yang sudah menjadi tradisi .

Sikap kritis di era modern ini menurut Alex Inkeles sebagaimana dikutip Harsojo adalah sebagai berikut.
  • Memiliki sikap untuk siap menerima hal-hal atau pengalaman yang baru dan terbuka untuk inovasi dan perubahan
  • Memiliki pendapat tentang berbagai masalah yang timbul tidak semata-mata di lingkungan saja, tetapi juga di luar lingkungannya.
  • Memiliki orientasi ke masa yang akan datang daripada ke masa silam.
  • Mengadakan perencanaan dan pengorganisasian untuk mengatur kehidupan.
  • Pentingnya belajar dalam batas-batas tertentu untuk menguasai lingkungan guna mencapai dan memajukan tujuannya.
  • Segala sesuatu dapat dilaksanakan dengan perhitungan, dan bahwa lembaga-lembaga yang terdapat dalam masyarakat akan mampu memecahkan segala persoalan.
  • Menghargai eksistensi dan kedudukan manusia lain dalam masyarakat.
  • Ilmu dan teknologi merupakan hal yang penting bagi dinamisasi kehidupan masyarakat.
  • Memahami peranan dan kedudukan dalam masyarakat.

Rangkuman Materi Penyimpangan dan Pengendalian Sosial- Sosiologi (My Journey)

A. Penyimpangan Sosial 

1. Pengertian Penyimpangan Sosial
  • Penyimpangan sosial adalah perilaku yang tidak sesuai dengan aturan (norma) yang berlaku .
  • Menurut James W. Van der Zaden penyimpangan sosial adalah perilaku yang oleh sejumlah besar orang dianggap sebagai hal yang tercela dan di luar batas toleransi.
2. Ciri-ciri Penyimpingan Sosial

Menurut Paul B. Horton penyimpangan sosial memiliki ciri-ciri sebagai berikut.
  • Harus dapat didefinisikan.
  • Bisa diterima bisa juga ditolak.
  • Penyimpangan relatif dan penyimpangan mutlak.
  • Penyimpangan terhadap budaya nyata ataukah budaya ideal.
  • Terdapat norma-norma penghindaran dalam penyimpangan.
  • Penyimpangan sosial bersifat adaptif (menyesuaikan).
3. Penyebab Terjadinya Penyimpangan Sosial

Menurut Wilnes dalam bukunya Punishment and Reformation sebab-sebab penyimpangan / kejahatan dibagi menjadi dua, yaitu sebagai berikut.

a. Faktor subjektif adalah faktor yang berasal dari seseorang itu sendiri (sifat pembawaan yang dibawa sejak lahir).
b. Faktor objektif adalah faktor yang berasal dari luar (lingkungan).

Beberapa penyebab terjadinya penyimpangan seorang individu
  • Ketidaksanggupan menyerap norma-norma kebudayaan.
  • Proses belajar yang menyimpang.
  • Ketegangan antara kebudayaan dan struktur sosial.
  • Ikatan sosial yang berlainan.
  • Akibat proses sosialisasi nilai-nilai subkebudayaan yang menyimpang.
4. Bentuk -bentuk Penyimpangan Sosial

a. Bentuk penyimpangan berdasarkan sifatnya
  • Penyimpangan bersifat positif adalah penyimpangan yang mempunyai dampak positif terhadap sistem sosial.
  • Penyimpangan bersifat negatif adalah penyimpangan yang bertindak ke arah nilai-nilai sosial yang dianggap rendah dan selalu mengakibatkan hal yang buruk.  Bentuk penyimpangan yang bersifat negatif antara lain sebagai berikut. 
  1. Penyimpangan primer (primary deviation) adalah penyimpangan yang dilakukan seseorang yang hanya bersifat temporer dan tidak berulang-ulang.
  2. Penyimpangan sekunder adalah perilaku menyimpang yang nyata dan seringkali terjadi, sehingga berakibat cukup parah serta menganggu orang lain. 
b. Bentuk penyimpangan berdasarkan pelakunya
  • Penyimpangan individual (individual deviation).
  • Penyimpangan kelompok (group deviation).
5. Jenis-jenis Penyimpangan

a. Penyimpangan seksual
  • Pemerkosaan
  • Hubungan seksual di luar nikah (kumpul kebo)
  • Suka terhadap sesama jenis (homoseksualitas)
b. Penyalahgunaan narkotika

c. Perkelahian pelajar

d. Alkoholisme

e. Tindakan kriminal atau tindakan kejahatan

6. Teori-teori Pelaku Penyimpangan

a. Teori fungsi oleh Durkheim--> Menurut teori fungsi, bahwa keseragaman dalam kesadaran moral semua warga masyarakat tidak mungkin ada, karena setiap individu berbeda dengan yang lain.

b. Teori merton oleh K. Merton-->Menurut teori merton, bahwa struktur sosial bukan hanya menghasilkan perilaku yang konformis (sesuai dengan norma) melainkan juga menghasilkan perilaku yang menyimpang.

c. Teori labelling oleh Edwin M. Lement--> Menurut teori labelling, bahwa seseorang menjadi menyimpang karena proses labelling yang diberikan masyarakat kepada dirinya. 

d. Teori konflik oleh Karl Marx--> Menurut teori konflik, bahwa kejahatan terkait erat dengan perkembangan kapitalisme.

e. Teori pergaulan berbeda oleh Edwin H. Sutherland.-->Menurut teori pergaulan berbeda, bahwa penyimpangan bersumber dari pergaulan dengan kelompok yang telah menyimpang. 

B. Pengendalian Sosial

1. Pengertian Pengendalian Sosial
  • Menurut Peter L. Berger pengendalian sosial adalah berbagai cara yang digunakan oleh masyarakat untuk menertibkan anggota-anggotanya membangkang.
  • Menurut Horton Pengendalian sosial adalah segenap cara dan proses yang ditempuh oleh sekelompok orang atau masyarakat, sehingga para anggotanya dapat bertindak sesuai harapan kelompok atau masyarakat. 
2. Ciri-ciri Pengendalian Sosial

Dari definisi tersebut di atas dapat disimpulkan bahwa ciri-ciri pengendalian sosial adalah sebagai berikut.
  • Suatu cara/metode atau teknik untuk menertibkan masyarakat/individu.
  • Dapat dilakukan oleh individu terhadap individu, kelompok terhadap kelompok atau kelompok terhadap individu.
  • Bertujuan mencapai keserasian antara stabilitas dengan perubahan-perubahan yang terus terjadi dalam masyarakat.
  • Dilakukan secara timbal balik meskipun terkadang tidak disadari oleh kedua belah pihak.
3. Tujuan Pengendalian Sosial
  • Untuk menjaga ketertiban sosial.
  • Untuk mencegah terjadinya penyimpangan terhadap nilai-nilai dan norma-norma sosial di masyarakat.
  • Untuk mengembangkan budaya malu.
  • Untuk menciptakan dan menegakkan sistem hukum. 
4. Sifat-sifat Pengendalian Sosial

a. Preventif --> Pengendalian sosial bersifat preventif adalah pengendalin sosial yang dilakukan sebelum terjadi penyimpangan.

b. Kuratif --> Pengendalian sosial bersifat kuratif adalah pengendalian sosial yang dilakukan pada saat terjadi penyimpangan sosial.

c. Represif --> Pengendalian sosial bersifat represif adalah pengendalian sosial yang bertujuan mengembalikan keserasian yang pernah terganggu karena terjadinya suatu pelanggaran. 
5. Jenis-jenis Pengendalian Sosial
  • Gosip atau desas-desus
  • Teguran
  • Pendidikan
  • Agama
  • Hukuman (Punishment)
6. Cara-cara Pengendalian Sosial

a. Cara persuasif (Mengajak) --> Cara persuasif dalam pengendalian sosial dilakukan dengan menekankan pada usaha mengajak dan membimbing anggota masyarakat agar bertindak sesuai dengan cara persuasif. 

b. Cara koersif (Memaksaan)-->Cara koersif dalam pengendalian sosial dilakukan dengan kekerasan atau paksaan.  Pengendalian sosial dengan cara koersif dapat dibedakan menjadi dua macam, yaitu sebagai berikut. 
  • Kompulsif (compulsion) yaitu kondisi/situasi yang sengaja diciptakan sehingga seseorang terpaksa taat atau patuh pada norma-norma. 
  • Pervasi (pengisian) yaitu penanaman norma secara berulang-ulang dengan harapan bahwa norma tersebut masuk ke dalam kesadaran seseorang,

C. Lembaga Pengendalian Sosial

1. Polisi

Polisi bertugas menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat. Polisi adalah aparat penegak hukum yang bertugas menegakkan kaidah-kaidah/norma sosial.
2. Pengadilan

Pengadilan merupakan lembaga resmi yang dibentuk pemerintah untuk menangani pelanggaran-pelanggaran norma/ kaidah yang ada di masyarakat.

3. Adat

Masyarakat Indonesia kebanyakan masih memegang kuat kebiasaan-kebiasaan peninggalan nenek moyang kita. Kebiasaan tersebut dinamakan adat.Seseorang yang melanggar adat akan dicemooh dan digunjingkan oleh masyarakat di sekitarnya.
4. Tokoh masyarakat

Tokoh masyarakat adalah seseorang yang memiliki pengaruh besar, dihormati, dan disegani dalam masyarakat karena pekerjaannya, kecakapannya, dan sifat-sifat tertentu yang dimilikinya.

Rangkuman Materi Nilai dan Norma Sosial - Sosiologi (My Journey)Pp

A. Nilai Sosial 

1.  Pengertian Nilai Sosial
  • Nilai sosial adalah apa yang dianggap baik atau buruk .
  • Menurut M. Z. Lawang, nilai adalah gambaran mengenai apa yang diinginkan, pantas, berharga dan memengaruhi perilaku sosial dari orang yang memiliki nilai itu.
2. Ciri-ciri Nilai Sosial
  • Merupakan hasil interaksi sosial antarwarga masyarakat.
  • Bukan bawaan sejak lahir melainkan penularan dari orang lain.
  • Terbentuk melalui proses belajar (sosialisasi).
  • Merupakan bagian dari usaha pemenuhan kebutuhan dan kepuasan sosial manusia.
  • Bervariasi antara kebudayaan yang satu dengan kebudayaan yang lain.
3. Macam-macam Nilai Sosial

a. Nilai dominan
Nilai dominan yaitu nilai yang dianggap lebih penting dibandingkan nilai lainnya. Ukuran dominan atau tidaknya suatu nilai didasarkan pada hal-hal berikut ini.
  • Banyaknya orang yang menganut nilai tersebut.
  • Lamanya nilai itu digunakan.
  • Tinggi rendahnya usaha yang memberlakukan nilai tersebut
  • Prestise/kebanggaan orang-orang yang menggunakan nilai dalam masyarakat. 
b. Nilai yang mendarah daging
Nilai yang mendarah daging yaitu nilai yang telah menjadi kepribadian dan kebiasaan.
4. Fungsi Nilai Sosial
  • Sebagai alat untuk menentukan harga atau kelas sosial seseorang dalam struktur stratifikasi sosial. 
  • Mengarahkan masyarakat untuk berfikir dan bertingkah laku sesuai dengan nilai-nilai yang ada dalam masyarakat (berperilaku pantas).
  • Dapat memotivasi atau memberi semangat .
  • Sebagai alat solidaritas .
  • Pengawas, pembatas, pendorong dan penekan individu untuk selalu berbuat baik.

B. Norma Sosial 

1.  Pengertian Norma Sosial

Norma adalah sekumpulan aturan yang menjadi patokan masyarakat dalam berperilaku.

2. Ciri-ciri Norma Sosial
  • Umumnya tidak tertulis;
  • Hasil dari kesepakatan masyarakat;
  • Warga masyarakat sebagai pendukung sangat menaatinya;
  • Adanya sanksi.
  • Norma sosial bisa mengalami perubahan.
3. Macam-macam Norma Sosial

a. Menurut resmi tidaknya norma
  • Norma resmi adalah aturan yang dirumuskan dan diwajibkan dengan tegas oleh pihak yang berwenang .
  • Norma tidak resmi (nonformal) adalah aturan yang dirumuskan secara tidak jelas dan pelaksanaannya tidak diwajibkan .
b. Menurut kekuatan sanksinya
  • Norma agama adalah peraturan sosial yang sifatnya mutlak dan tidak dapat ditawar-tawar atau diubah karena berasal dari wahyu Tuhan.
  • Norma hukum adalah aturan sosial yang dibuat oleh lembaga-lembaga tertentu misalnya pemerintah atau negara.
  • Norma kesopanan adalah sekumpulan peraturan mengenai bagaimana seseorang harus bertingkah laku yang wajar dalam kehidupan bermasyarakat.
  • Norma kesusilaan adalah peraturan sosial yang berasal dari hati nurani.
  • Norma kelaziman adalah tindakan manusia mengikuti kebiasaan yang umumnya dilakukan tanpa harus pikir panjang .
  • Norma mode (fashion) adalah cara dan gaya dalam melakukan dan membuat sesuatu yang sifatnya berubah-ubah serta diikuti banyak orang.
4. Fungsi Norma Sosial
  • Sebagai aturan atau pedoman tingkah laku dalam masyarakat.
  • Sebagai alat untuk menertibkan dan menstabilkan kehidupan sosial.
  • Sebagai sistem kontrol sosial dalam masyarakat.

Rangkuman Materi Perubahan Sosial - Sosiologi (My Journey)

A. Pengertian Perubahan Sosial 
Perubahan sosial merupakan segala perubahan dalam masyarakat, yang pempengaruhi sistem sosialnya.
B. Proses Perubahan Sosial 

1. Penyesuaian Masyarakat terhadap Perubahan

 Apabila dalam masyarakat terjadi perubahan, maka akan terjadi suatu penyesuaian .  Proses  pertentangan  unsur yang diakhiri dengan penyesuaian tersebut dinamakan adjustment

Perubahan sosial selalu bergerak meninggalkan yang lama menuju situasi yang baru. Pada waktu terjadi perubahan dari bentuk-bentuk lama menjadi bentuk yang baru, akan mengalami suatu masa yang dinamakan masa peralihan atau masa transisi .Pada masa transisi ini terjadi disharmonisasi dimana keadaan di dalam masyarakat terjadi ketidakserasian. 

2. Saluran Perubahan Sosial

Saluran-saluran perubahan sosial disebut avenue or channel change adalah saluran-saluran yang dilalui oleh suatu proses perubahan dalam masyarakat yang biasanya berbentuk lembaga .
3. Organisasi, Disorganisasi, dan Reorganisasi

a. Organisasi-->  Kesatuan individu atau sekumpulan individu yang berkumpul untuk tujuan tertentu.

b. Disorganisasi --> Proses berpudarnya norma-norma dan nilai-nilai dalam suatu masyarakat dikarenakan terjadinya perubahan lembaga-lembaga kemasyarakatan. 

c. Reorganisasi --> Proses pembentukan norma-norma dan nilai-nilai baru untuk menyesuaikan diri dengan lembaga kemasyarakatan yang mengalami perubahan. 

C. Faktor-faktor Terjadinya Perubahan Sosial 

1. Faktor Penyebab Perubahan Sosial

a. Faktor Internal--> Disebut juga faktor sosiogenik yang artinya masyarakat itu sendirilah yang merupakan sumber perubahan sosial.
  • Pertumbuhan penduduk
  • Pertentangan (Conflict)
  • Revolusi --> Perubahan yang berlangsung secara cepat .
  • Discovery-->Persepsi manusia yang dianut secara bersama, mengenai suatu aspek kenyataan yang sebelumnya sudah ada. 
  • Invention atau invensi --> Penemuan sebagai inovasi dan kelanjutan dari suatu discovery.  Invensi dibagi menjadi dua, yakni invensi material dan invensi sosial.

b. Faktor Eksternal-->Faktor-faktor yang terdapat di luar masyarakat yang menyebabkan terjadinya perubahan sosial. 
  • Lingkungan alam
  • Peperangan
  • Pengaruh kebudayaan masyarakat lain

2. Faktor Pendorong Perubahan
  • Kontak dengan budaya lain.
  • Sistem pendidikan formal yang maju.
  • Sikap menghargai hasil karya orang lain.
  • Ketidakpuasan masyarakat terhadap bidang kehidupan.
  • Orientasi ke masa depan.
3. Faktor Penghambat Perubahan
  • Kurangnya hubungan dengan masyarakat lain
  • Perkembangan ilmu pengetahuan yang terlambat
  • Sikap masyarakat yang sangat tradisional
  • Status quo (Masyarakat atau kelompok yang merasa sudah mapan dengan keadaan yang ada sehingga berusaha menghambat terjadinya suatu perubahan).
  • Sikap apriori (sikap berprasangka buruk pada setiap unsur asing yang masuk dalam masyarakatnya).
  • Ideologis
  • Adat dan kebiasaan

D. Bentuk Perubahan Sosial  

1. Perubahan Lambat dan Perubahan Cepat

a. Perubahan lambat (Evolusi) --> Perubahan-perubahan yang memerlukan waktu lama dan rentetan-rentetan perubahan kecil yang saling mengikuti dengan lambat. Teori evolusi secara umum digolongkan menjadi beberapa hal sebagai berikut. 
  • Unilinear Theories of Evolution--> Masyarakat (termasuk kebudayaannya) mengalami perkembangan sesuai dengan tahapan-tahapan tertentu mulai dari sederhana hingga kompleks.
  • Universal Theory of Evolution --> Perkembangan masyarakat tidaklah perlu melalui tahap-tahap tertentu yang tetap. 
  • Multilinear Theories of Evolution -->Menekankan pada penelitian-penelitian terhadap tahap-tahap perkembangan tertentu dalam evaluasi masyarakat.
b. Perubahan cepat (Revolusi) --> Suatu perubahan sosial yang terjadi secara cepat serta dikehendaki oleh masyarakat. Dalam konsepsi ini, suatu gejala sosial dapat dikatakan revolusi apabila memiliki ciri-ciri sebagai berikut.
  •  Adanya keinginan umum untuk berubahan.
  • Adanya seseorang yang mampu memimpin masyarakat tersebut. 
  • Pemimpin tersebut dapat menampung keinginan-keinginan masyarakat.
  • Pemimpin tersebut harus dapat menunjukkan suatu tujuan pada masyarakat. 
  • Harus ada momentum yang pas.

2. Perubahan Kecil dan Perubahan Besar

a. Perubahan kecil -->Perubahan-perubahan yang terjadi pada unsur-unsur struktur sosial yang tidak membawa pengaruh langsung bagi masyarakat. 

b. Perubahan besar--> Perubahan yang membawa pengaruh langsung kepada masyarakat.

3. Perubahan Dikehendaki dan Tidak Dikehendaki

a. Perubahan dikehendaki --> Perubahan yang diperkirakan atau  direncanakan oleh pihak-pihak ( agent of change ) yang hendak mengadakan perubahan di dalam masyarakat. 

b. Perubahan tidak dikehendaki --> Perubahan-perubahan yang terjadi tanpa dikehendaki, berlangsung di luar jangkauan pengawasan masyarakat dan dapat menyebabkan timbulnya akibat-akibat sosial yang tidak diharapkan masyarakat.

E. Ciri-ciri Perubahan Sosial 
  1. Tidak Ada Masyarakat yang Statis
  2. Proses Perubahan Sosial Budaya Bersifat Mata Rantai (Merupakan Suatu Sistem)
F. Arah Perubahan Sosial 

Dalam konsepsi perubahan sosial, ada beberapa teori yang dikemukakan oleh para ahli yang masih sangat relevan untuk dikaji. Beberapa teori perubahan sosial tersebut di antaranya sebagai berikut.

1. Teori Evolusioner --> Perubahan sosial memiliki arah tetap yang dilalui oleh masyarakat. Prinsip terpenting dari teori evolusioner adalah tahapan masyarakat berawal dari kelahiran, pertumbuhan, dan kesempurnaan.

2. Teori Siklus--> Prinsip utama teori siklus adalah bahwa perubahan sosial diawali dari kelahiran, pertumbuhan, dan kejatuhan.

3. Teori Fungsional --> Teori ini memandang bahwa setiap elemen masyarakat memberikan fungsi terhadap elemen masyarakat lainnya. 

4. Teori Konflik --> Teori ini mempunyai beberapa asumsi, antara lain:
  • Masyarakat merupakan subjek dari perubahan-perubahan sosial.
  • Masyarakat pasti mengalami pertikaian dan konflik.
  • Setiap elemen masyarakat memberikan sumbangan terhadap disintegrasi dan perubahan.
  • Setiap masyarakat hidup berdasarkan pada paksaan yang dilakukan oleh satu anggota masyarakat ke anggota lainnya.

Rangkuman Materi Lembaga Sosial - Sosiologi (My Journey)

A. Pengertian Lembaga Sosial

1. Pengertian Lembaga Sosial
  • Teori P.B. Harton dan C.L. Hunt --Lembaga sosial adalah suatu sistem norma yang dimaksudkan untuk mencapai tujuan kemasyarakatan yang berguna bagi kehidupan manusia. 
2. Unsur Penting Lembaga Sosial
  • Berkaitan erat dengan kebutuhan pokok manusia dalam kehidupan bermasyarakat. 
  • Cara bertindak yang mengikat.
  • Organisasi yang tersusun dan terstruktur.
  • Organisasi yang relatif tetap.
3. Ciri-ciri Umum Lembaga Sosial Menurut  J.L. Gillin dan J.P. Gillin
  • Suatu organisasi pola-pola pemikiran dan pola pola perilaku yang terwujud melalui aktivitas kemasyarakatan dan hasil-hasilnya. 
  • Memiliki tingkat kekekalan
  • Memiliki satu atau beberapa tujuan yang hendak dicapai. 
  • Memiliki alat pelengkap.
  • Memiliki lambang-lambang atau simbol sebagai ciri khasnya.
  • Mempunyai tradisi tertulis maupun tidak tertulis.
  • Sistem pola-pola perilaku yang tersusun atau berstruktur. 
  • Mencakup kebutuhan dasar (basic need).
  • Cara bertindak yang mengikat
4. Tumbuhnya Lembaga Sosial

Proses pertumbuhan lembaga sosial didahului dengan tumbuhnya suatu norma dalam kehidupan masyarakat, mula-mula norma masyarakat tidak disengaja namun lama-kelamaan norma tersebut tumbuh atau terbentuk secara sadar. Adapun norma-norma tersebut dapat dikenal dalam dalam empat bentuk, yaitu cara, kebiasaan, tata kelakuan, dan adat-istiadat.

Lembaga sosial dalam suatu masyarakat terdiri dari suatu kompleks tindakan berinteraksi yang menyebabkan terwujudnya pola-pola sosial dalam masyarakat. Suatu tindakan interaksi sosial dapat disebut lembaga sosial, apabila merupakan:
  • Suatu tata kelakuan baku yang berupa norma-norma atau adat-istiadat tertulis maupun tidak tertulis.
  • Suatu kelompok manusia yang menjalankan kegiatan bersama dan saling berhubungan sesuai dengan norma tersebut, dan terdapat suatu pusat kegiatan yang bertujuan memenuhi.
  • Suatu pusat kegiatan yang bertujuan memenuhi seperangkat kebutuhan tertentu yang dipahami oleh anggota masyarakat.

B. Tipe-Tipe Lembaga Sosial

Untuk mengetahui berbagai macam tipe dari lembaga sosial, maka kita dapat mengacu pada teori J.L.Gillin dan J.P.Gillin yang mengelompokkannya ke dalam beberapa tipe sebagai berikut.

1. Dari Segi Fungsi
  • Operatif Institutions--> Berperan dalam menghimpun pola-pola yang diperlukan untuk mencapai tujuan masyarakat yang bersangkutan. 
  • Regulative Institusions--> Memantau tata kelakuan yang terdapat dalam masyarakat. 
2. Dari Segi Sistem Nilai
  • Basic Institutions--> Memelihara dan mempertahankan tata tertib dalam masyarakat. Contohnya, keluarga.
  • Subsidiary Institutions--> Brhubungan dengan masalah-masalah sekunder. Contohnya, rekreasi.
3. Dari Segi Penerimaan Masyarakat
  • Aproved Institutions--> Diterima keberadaannya oleh masyarakat. Contohnya, sekolah.
  • Unsactioned Institutions--> Ditolak keberadaannya oleh masyarakat. Misalnya, kelompok preman, penodong, dan lain sebagainya.
4. Dari Segi Perkembangan
  • Cresive Institutions --> Keberadaannya tidak disengaja tumbuh dari adat-istiadat masyarakat. Contohnya, lembaga perkawinan dan kepemilikan.
  • Enacted Institutions--> Dibentuk dengan sengaja dalam rangka mencapai tujuan tertentu dalam masyarakat. Contohnya, lembaga pendidikan.
5. Dari Segi Penyebaran
  • General Institutions--> Bersifat universal. Contohnya, lembaga agama.
  • Restricted Institutions-->Hanya dikenal oleh masyarakat tertentu saja. Contohnya, sekte dan sistem kepercayaan tertentu.

C.  Jenis-jenis Lembaga Sosial

1. Lembaga Keluarga

a. Pengertian keluarga

Lembaga keluarga ialah kelompok sosial yang terdiri atas dua orang atau lebih yang mempunyai ikatan darah, perkawinan, atau adopsi.

b. Ciri-ciri keluarga Menurut Teori R.M. Iver dan C.H. Page

Menurut Iver dan Page, mengetengahkan karakteristik dan ciri-ciri suatu lembaga disebut sebagai keluarga, yakni sebagai berikut.
  • Keluarga adalah hubungan batiniah melalui perkawinan.
  • Lembaga keluarga dibentuk secara disengaja dengan tujuan tertentu.
  • Memiliki garis keturunan sesuai dengan norma yang berlaku.
  • Memiliki fungsi ekonomi dalam rangka mencapai kebutuhannya.
  • Memiliki fungsi reproduksi untuk melanjutkan keturunan dan membesarkan anak.
  • Mempunyai tempat tinggal bersama sebagai tempat berkumpulnya anggota keluarga. 

c. Terbentuknya keluarga

Secara umum, tahap-tahap dalam membentuk lembaga keluarga adalah sebagai berikut.
  • Tahap Pre-Nuptual --> Tahap persiapan sebelum dilangsungkannya perkawinan sesuai dengan adat, kebiasaan, tata nilai, dan aturan dalam masyarakat yang bersangkutan. 
  • Tahap Nuptual Stage --> Tahap inti dilangsungkannya perkawinan yang berupa kesepakatan hidup bersama untuk membina sebuah keluarga sesuai dengan apa yang dicita-citakan.
  • Tahap Child Rearing Stage --> Tahap ini merupakan proses pemeliharaan anak-anak sebagai tanggung jawab .
  • Tahap Muturity Stage --> Tahap dimana anak-anak mereka sudah melangkah dewasa dan siap untuk melangsungkan perkawinan membentuk keluarga baru.
d. Macam-macam perkawinan
  • Monogami --> Perkawinan yang dilakukan antara seorang laki-laki dengan seorang perempuan. 
  • Poliandri-->Perkawinan antara seorang perempuan dengan beberapa laki-laki sekaligus. 
  • Poligami --> Perkawinan antara seorang laki-laki dengan beberapa perempuan
  • Group Marriage --> Perkawinan kelompok antara beberapa laki-laki dan beberapa perempuan sekaligus. 
e. Bentuk-bentuk keluarga

- Konjugual dan konsanguinal
  • Konsanguinal --> Menekankan pada pentingnya ikatan darah. 
  • Konjugal --> Menekankan pada pentingnya hubungan perkawinan daripada ikatan darah.
-Keluarga orientasi (family of orientationdan keluarga prokreasi (family of procreation). 
  • Keluarga orientasi --> Keluarga yang di dalamnya seseorang dilahirkan
  • Keluarga prokreasi --> Keluarga yang dibentuk oleh seseorang berdasarkan dengan pernikahan.
- Keluarga inti dan keluaraga meluas
  • Keluarga inti --> Terdiri dari ayah, ibu, dan anak-anak yang belum melakukan perkawinan.
  • Keluarga meluas -->Terdiri dari keluarga inti ditambah anak-anaknya yang sudah berkeluarga atau bahkan pamannya.
-Sistem kekerabatan yang berupa unilineal dan parental. 
  • Sistem unilineal -->Sistem kekerabatan yang melalui garis keturunan ibu atau ayah saja
  • Sistem parental -->Sistem kekerabatan yang melalui dua garis keturunan, yakni ayah dan ibu.
 -Adapun mengenai pola tempat tinggal ini dapat dijelaskan sebagai berikut.
  • Pola lokal-- >Pengantin baru harus tinggal terpisah baik dari orang tua pihak laki-laki maupun dari pihak perempuan. 
  • Pola neolokal--> Pengantin yang baru menikah diberi kebebasan untuk tempat tinggal mereka.
  • Pola patrilokal--> Menetap di lingkungan keluarga suami. 
  • Pola matripatrilokal-->Menetap di lingkungan pihak wanita, selanjutnya menetap bersama keluarga pria.
  • Pola matrilokal-->Menetap bersama dengan keluarga pihak wanita. 
  • Pola patrimatrilokal--> Menetap bersama keluarga pihak pria, untuk selanjutnya menetap bersama keluarga pihak wanita. 
  • Pola bilokal-->Menentukan pilihan sendiri, apakah akan menetap bersama keluarga pihak pria atau bersama pihak wanita. 
  • Pola avanukolokal-->Menetap bersama kelurga paman dari pihak ibu, baik paman dari pihak ibu pengantin pria, maupun dari pihak ibu pengantin wanita.
2. Lembaga Pendidikan

a. Pengertian lembaga pendidikan

Lembaga pendidikan merupakan suatu lembaga yang mengurusi atau menangani masalah proses sosialisasi, yang bertujuan untuk mengantarkan seseorang pada satu kebudayaan yang dinamis sesuai dengan prinsip-prinsip kemanusiaan yang kompleks. 

b. Arti penting pendidikan--> Pendidikan merupakan tuntutan kehidupan yang membutuhkan tanggapan yang cermat dalam mencerdaskan bangsa sehingga mampu menghadapi tuntutan global.
c. Kegiatan pendidikan

Kegiatan pendidikan pada umumnya diselenggarakan dalam tiga lingkungan, yaitu lingkungan informal, formal, dan non-formal. 
  • Informal -->Pendidikan berlangsung dalam lingkungan keluarga atau juga sering disebut sebagai pendidikan primer. 
  • Formal -->Pendidikan sekunder dalam lembaga-lembaga pendidikan formal. 
  • Non-formal --> Pendidikan tertier di luar informal dan formal.
3. Lembaga Politik

a. Pengertian lembaga politik

Lembaga politik merupakan suatu badan yang mengkhususkan diri pada pelaksanaan kekuasaan dan wewenang, berkaitan dengan kehidupan politik, menyangkut tujuan dari keseluruhan masyarakat agar tercapai suatu keteraturan dan tata tertib kehidupan dalam bermasyarakat.

b. Proses terbentuknya lembaga politik

1) Adanya keinginan bersama dalam kehidupan bersama.
2) Menentukan norma yang berdasarkan kebiasaan hidup bersama.
3) Menentukan lembaga politik legislatif, mengadakan ceremonial atau upacara pelaksanaan politik yang dikehendaki.
4) Membiasakan norma tersebut untuk dilaksanakan bersama dan milik bersama dalam kesempatan tertentu.

4. Lembaga Sosial Keagamaan

Agama merupakan sistem terpadu yang terdiri atas kepercayaan dan praktik yang berhubungan dengan hal-hal yang suci dan mempersatukan semua penganutnya dalam suatu komunitas moral yang dinamakan umat.

Fungsi agama

-Fungsi manifest agama--> Fungsi ini menyangkut tiga hal pokok yang dijadikan pedoman oleh umat manusia, yakni sebagai berikut.
  • Adanya ajaran atau doktrin yang menggariskan hubungan antara manusia dengan Tuhannya dan dengan sesama manusia.
  • Ritual keagamaan yang melambangkan keyakinan dan mengingatkan manusia dengan keyakinan tersebut.
  • Keyakinan tersebut dijadikan acuan dalam membentuk norma perilaku.
-Fungsi laten--> Dalam pola menjalankan keyakinan, tidak dapat dihindarkan menunjukkan munculnya kelas sosial atas dasar tingkat keyakinan atau keimanan. 

5. Lembaga Sosial Ekonomi

Lembaga ekonomi adalah lembaga sosial yang mengurusi masalah ekonomi berupa kebutuhan atau kesejahteraan materil.

Adapun kegiatan-kegiatan yang berkaitan dengan lembaga ekonomi adalah sebagai berikut.

a. Produksi --> Kegiatan menghasilkan barang atau jasaAdapun kegiatan-kegiatan produksi tersebut
adalah bercocok tanam ,beternak, perikanan, berburu dan meramu ,kegiatan industri , dll.

b. Distribusi --> Secara umum, kegiatan ini dapat diidentifikasikan ke dalam tiga cara, yakni
sebagai berikut. 
  • Resiprositas --> Distribusi timbal balik dengan tukar-menukar barang dan jasa yang dianggap oleh kedua belah pihak sebanding nilainya. 
  • Redistribusi--> Kegiatan mendistribusikan suatu barang dan jasa terhadap suatu agen atau perorangan untuk kemudian didistribusikan kembali.
  • Pertukaran pasar--> Pasar merupakan suatu tempat bertemunya antara penjual dan pembeli yang melakukan transaksi jual-beli. 
c. Konsumsi --> Kegiatan konsumsi merupakan perilaku masyarakat dalam menggunakan atau memakai barang dan jasa untuk memenuhi kebutuhan hidupnya

Hubungan Antar Lembaga

Hubungan antara lembaga sosial tertentu dengan lembaga sosial yang lain tidak selalu sejalan. Apabila tidak disadari secara arif, maka akan menimbulkan konflik antar-lembaga sosial tersebut. Untuk mengatasi hal demikian, maka diperlukan komunikasi antar-lembaga sosial yang saling berseberangan sehingga ditemukan solusi yang paling tepat. Dalam kasus lembaga industri rokok dengan lembaga kesehatan sebagaimana telah dipaparkan di atas, maka diperlukan adanya komunikasi yang mengarah pada upaya bagaimana industri rokok berkembang tetapi tidak menurunkan tingkat kesehatan masyarakat.

Fungsi dan Peranan Lembaga Sosial

 Lembaga sosial memiliki beberapa fungsi yang sangat fundamental, yakni sebagai berikut.
  • Memberi arahan dan pedoman 
  • Sebagai stabilisator dan dinamisator .
  • Kontrol atau social control terhadap aktivitas-aktivitas kemasyarakatan.
  • Sarana yang efektif untuk menjaga keutuhan persatuan dan kesatuan .
1. Lembaga Keluarga
  • Pengaturan hubungan biologis.
  • Reproduksi--> Melanjutkan keturunan .
  • Sosialisasi--> Tempat untuk membesarkan anak secara normal dan wajar. 
  • Afeksi --> Memenuhi kebutuhan rohaniah anggota keluarga.
  • Ekonomi --> Produksi, distribusi, dan konsumsi.
  • Kontrol-->Mengawasi perilaku dan perkembangan anaknya. 
  • Proteksi--> Mampu memberi rasa aman serta nyaman terhadap anak-anaknya. 
  • Penentu kedudukan dan status 
  • Perlindungan--> Perlindungan fisik dan fisikis .
Seiring perubahan dan perkembangan masyarakat yang disebabkan oleh adanya industrialisasi dan modernisasi, fungsi keluarga mengalami pergeseran-pergeseran dalam peranannya. 
  • Fungsi pendidikan
  • Fungsi rekreasi
  • Fungsi keagamaan
  • Fungsi perlindungan
2. Lembaga Pendidikan

 Berdasarkan Teori Harton dan Hunt, lembaga pendidikan memiliki dua fungsi, yakni fungsi manifest dan fungsi laten pendidikan.

a. Fungsi Manifest--> Fungsi yang dipandang dan diharapkan akan dipenuhi oleh lembaga itu sendiri, yaitu menyangkut:
  • Transmisi kebudayaan.
  • Memilih dan mengajarkan peranan sosial.
  • Integrasi sosial.
  • Inovasi sosial.
  • Perkembangan kepribadian anak.
  • Memberi landasan penilaian dan pemahaman status relatif.

b. Fungsi laten pendidikan-->  Fungsi tidak langsung karena tidak serta-merta dirasakan oleh masyarakat.
  • Perpanjangan masa ketidakdewasaan
  • Melunturnya budaya hormat dan berbakti kepada orang tua.
  • Menjadi saluran mobilitas sosial dalam masyarakat.
  • Melemahnya pengawasan orang tua. 
  • Mempertahankan sistem kelas sosial.
  • Tempat bernaungnya beberapa pendapat “kritis” di kampus.
3. Lembaga Politik
  • Membentuk norma-norma kenegaraan .
  • Melaksanakan norma yang telah disepakati.
  • Memberikan pelayanan kepada masyarakat.
  • Mempertahankan kedaulatan negara .
  • Menumbuhkan kesiapan untuk menghadapi berbagai kemungkinan bahaya.
  • Menjalankan diplomasi untuk berhubungan dengan bangsa lain, dan lain sebagainya. 
4. Lembaga Agama

Secara implisit, fungsi lembaga agama ini dapat diidentifikasi sebagai berikut:
  • Sebagai pedoman umat manusia .
  • Mendorong terciptanya norma-norma yang baik dalam masyarakat.
  • Memberikan kekuatan moral untuk mencari identitas diri dalam masyarakat.
  • Mengendalikan perubahan dan perkembangan ilmu pengetahuan.
  • Mendorong berkembangnya ilmu pengetahuan dan teknologi.
  • Menciptakan kedamaian dan ketenteraman dalam masyarakat.
5. Lembaga Ekonomi

Peran dan fungsi lembaga ekonomi dalam masyarakat adalah sebagai berikut:
  • Menjaga kesetabilan kegiatan ekonomi dalam masyarakat.
  • Mengusahakan terpenuhinnya kebutuhan hidup setiap individu dalam masyarakat.
  • Mengatur pendistribusian kebutuhan dalam masyarakat.
  • Menyelesaikan permasalahan-permasalahn yang bersifat ekonomi dalam masyarakat.