Minggu, 13 September 2020

Rangkuman Materi Menata Gerak Tari Kreasi - Seni Budaya Kelas 12 Sem 1 (My Journey)

A. Pengertian Gerak Tari Kreasi

Gerak tari kreasi adalah jenis tari klasik yang telah mengalami perkembangan dan penyesuaian .

B. Pengelompokan Jenis Gerak Tari 
  • Gerak murni --> Bentuk gerak yang hanya mementingkan bentuk artistik atau kebutuhan keindahan dari gerak saja.
  • Gerak maknawi --> Gerak-gerak yang mengandung makna .
  • Pola gerak simetris --> Gerakan yang memiliki watak sederhana, kokoh, tenang, namun akan membosankan bila terlalu sering digunakan. 
  • Gerak asimetris--> Gerakan yang memiliki watak kurang kokoh, tetapi dinamis dan menarik. 
C. Unsur-Unsur Gerak Tari

Unsur-unsur dari gerak tari adalah unsur tenaga, waktu, dan ruang.
1. Unsur tenaga
>> Unsur tenaga akan dapat membedakan karakter tarian yang berbeda, seperti karakter tari halus, tari ladak, dan tari gagah. 

2. Unsur ruang
>>Unsur ruang secara umum diartikan ke dalam dua hal yaitu sebagai berikut.
  • Ruang sebagai tempat pentas, yaitu tempat penari dalam melakukan gerakan sebagai wujud ruang secara nyata 
  • Ruang yang diciptakan oleh penari ketika membawakan tarian. 
3. Unsur penggunaan waktu
>> Unsur waktu dalam tari terkait dengan masalah ritme atau irama gerak yang dibawakan sekaligus yang mampu memberikan nafas tarian sehingga tari tampak lebih hidup dan dinamis. 


Pengelompokan Gerak Tari Berdasarkan Struktur Penyajiannya
  • Gerak pokok --> Gerak yang memiliki tingkat variasi gerak yang berbeda dari gerak yang satu ke gerak lainnya.
  • Gerak peralihan --> Variasi gerak yang terdapat dalam sebuah tarian yang bentuk variasi geraknya dapat memiliki kesamaan desain gerak dengan beberapa gerak lainnya .


Rangkuman Materi Karya Seni Tari Tradisional - Seni Budaya Kelas 10 S1 (My Journey)

A. Konsep Karya Seni Tari Tradisional

1. Pengertian Karya Seni Tari Tradisonal
>> Tari tradisional adalah setiap gerakan tari yang telah baku dan diatur oleh aturan budaya atau tradisi tertentu.

2. Ciri-ciri Karya Seni Tari Tradisonal
  • Bersifat turun temurun.
  • Diiringi musik tradisional.
  • Berkembang di kalangan masyarakat biasa.
  • Tarian rakyat tumbuh berdasarkan letak geografis.

B. Jenis dan Konsep

Tari tradisional berdasarkan koreografinya dapat dikelompokan kedalam tiga jenis tarian , yaitu :

1. Teri Klasik --> Tari tradisional yang berkembang di kalangan bangsawan dan penuh dengan nilai seni. Tari klasik memiliki konsep sebagai berikut.
  • Mengikuti aturan Keraton.
  • Mempunyai nilai seni yang tinggi.
  • Berkembang di kalangan bangsawan saja.
  • Setiap gerakan memiliki arti tertentu.

2. Tari Rakyat --> Tari rakyat merupakan tari tradisional yang berkembang di kalangan masyarakat biasa dan tidak begitu memperhatikan nilai seni. Tari tradisional memiliki ciri-ciri sebagai berikut.
  •  Bersifat sosial.
  • Tidak terlalu menampilkan nilai seni.
  •  Unsur tari sederhana.
  • Tari hidup di lingkungan rakyat biasa.

3.Tari Kreasi Baru --> Tari kreasi merupakan tari yang disesuaikan dengan perkembangan zaman, namun tidak mengubah nilai-nilai yang terkandung di dalamnya. Tari kreasi memiliki ciri-ciri sebagai berikut.
  • Menirukan perilaku alam.
  • Mengacu pada lagu.
  • Perwujudan tokoh cerita.
Berdasarkan fungsinya tari tradisional dapat dikelompokan menjadi berikut ini.

1. Tari Sebagai Sarana Upacara --> Tarian yang dipentaskan dalam upacara -upacara adat. Ciri-ciri tarian untuk upacara adat adalah sebagai berikut.
  • Gerakan sangat sederhana.
  • Gerakan monoton.
  • Musik terdengar monoton.
  • Dilakukan dengan tujuan keagamaan atau ritual.
2. Tari Sebagai Sarana Hiburan --> Tarian yang berfungsi jika dipentaskan sebagai sarana hiburan masyarakat. Berikut ini ciri-ciri tarian sebagai sarana hiburan.
  • Gerakan tari sederhana.
  • Iringan tari sangat praktis dan jelas.
  • Suasana gembira ria.
  • Komposisi lantai selalu menutup.
3. Tari Sebagai Sarana Pertunjukan --> tari yang memiliki fungsi untuk dipentaskan kepada masyarakat luas. Berikut ini ciri-ciri tari yang berfungsi sebagai sarana pertunjukan.
  • Pola garapan merupakan penyajian yang khusus untuk dipertunjukkan.
  • Adanya faktor imajinatif dan kreativitas.
  • Adanya ide yang mengarah kepada bentuk pementasan yang profesional.
  • Menggunakan tempat khusus .

C. Nilai Estetis 

>> Untuk menilai estetika suatu tari dapat menggunakan 4 Dasar sebagai berikut.

1. Wiraga --> Dasar keterampilan gerak tubuh.

2. Wirama--> Pola untuk mencapai gerakan yang harmonis di dalam tari. Wirama dibagi menjadi dua yaitu sebagai berikut.
  • Wirama tandak adalah wirama yang tetap dan murni dengan ketukan dan aksen yang berulang-ulang dan teratur.
  • Wirama bebas adalah wirama yang tidak selalu memiliki ketukan dengan akses yang berulang-ulang dan teratur.

3. Wirasa--> Ekspresi raut muka yang menggambarkan karakter tarian.

4. Wirupa--> Penampilan penari dari ujung atas sampai ujung bawah.

>> Untuk memahami hasil keindahan karya seni , masing-masing memiliki tolak ukur atau kriteria tersendiri ,misalnya pada karya Surakarta ,nilai-nilai keindahan tari terangkum dalam hasta sawanda serta wiraga, wirama ,dan wirasa. Unsur-unsur pada hasta sawanda sebagai berikut.
  • Pacak
  • Pancat
  • Ulat
  • Lulut
  • Wiled
  • Luwes
  • Irama
  • Gending


D. Teknik Tari Tradisional

1. Ragam Gerak Jari


  • Ngruji --> Semua jari rapat tegak , ibu jari masuk ditekuk merapat telapak tangan.
  • Nyempurit --> Ujung ibu jari bertemu dengan ujung telunjuk membentuk bulatan dan jari-jari lainnya melengkung mengikuti arah jari tengah.
  • Nagarangsang--> Seperti ngeruji hanya saja ibu jari membuka lurus ke depan.
  • Nyekithing--> Ruas ibu jari bersinggungan dengan ruas jari tengah paling depan, jari-jari lainnya melengkung searah jari tengah.

2. Ragam gerak kepala

  • Kedet-->Gerakan kepala seolah menarik dagu.
  • Gedug--> Kepala tegak digerakkan ke samping kanan kiri.
  • Gedug angka delapan--> Gerak kepala dengan memfokuskan putaran dagu seolah menulis angka 8 dengan diakhiri gerakan hedot.
  • Gilek--> Gerak kepala membuat lengkungan kebawah ,kiri, dan kanan.
    3. Ragam gerak badan
    • Ngotag dada--> Menggoyangkan dada.
    • Ngotag pinggang--> Menggoyangkan pinggul.
    • Ngotag pala--> Menggoyangkan pundak.
    • Lelok--> Rebah kanan dan rebah kiri bergantian.
    4. Gerak kaki
    • Nggrundhu--> Sikap dengan kedua kaki mendak sifat gantung.
    • Lumaksana--> Gerakan berjalan.
    • Gejug--> Menghentakkan kaki bagian telapak kaki ke belakang kaki yang menjadi tumpuan.
    • Tanjank kanan--> Posisi kaki Dimana letak telapak kaki kanan agak di depan telapak kaki kiri. 
    5. Ragam gerak tangan
    • Ngithing --> Posisi tangan dengan ibu jari menempel pada jari tengah membentuk bulatan .
    • Ngrayaung --> Bentuk gerak tangan dengan posisi ibu jari menempel pada telapak tangan, dan ke empat jari berdiri dengan posisi jari-jari rapat.
    • Nyempurit--> Posisi jari-jari tangan hampir sama dengan ngithing . Hanya saja posisi ibu jari menempel pada sisi jari tengah sedangkan jari yang lainnya posisi tekuk.
    • Ukel--> Gerakan tangan memutar pergelangan tangan berlawanan arah jarum jam dengan posisi tangan ngithing.

    E. Praktik Tari Berdasarkan Hitungan dan Iringan

    1. Memperagakan gerak tari dengan hitungan
    >> Gerakan tari dengan hitungan adalah berbagai macam gerak tari yang disesuaikan dengan irama hitungan. Hitungan ini dapat menggunakan bilangan ataupun menggunakan petunjuk arah.

    2. Memperagakan gerak tari dengan iringan
    >> Musik iringan tari dibedakan menjadi musik iringan tari internal dan musik iringan tari eksternal. Musik internal adalah suara yang berasal dari anggota tubuh. Musik eksternal adalah suara yang berasal dari alat musik.

    Rangkuman Materi Teater - Seni Budaya Kelas 12 Sem 1 (My Journey)

    A. Konsep Karya Cipta Teater

    • Karya seni berawal dari sebuah konsep berupa gagasan-gagasan atau ide-ide pencipta yang akan dikomunikasikan kepada penonton. 
    • Proses produksi yang diawali dengan konsep hingga terwujudnya sebuah karya teater disebut proses kekaryaan teater.
    • Antara karya yang diciptakan oleh penggarap dengan penonton, terselip sebuah tujuan, yaitu komunikasi. 

    B. Teknik Pengungkapan Gagasan

    Teknik pengungkapan gagasan-gagasan dalam teater banyak tertumpu pada pemainBagi pemeran ada tiga hal yang harus dilakukan dalam proses pencarian karakter tokoh yang sesuai dengan lakon, yaitu  (1) memahami naskah, (2) observasi, dan (3) latihanDalam proses latihan terdiri dari tiga cara
    berikut. 
    1. Olah tubuh -->Melatih anggota badan agar mencapai kelenturan.

    2. Olah vokal (olah suara)-->  Melatih suara dalam berdialog.

    3. Olah sukma--> Melatih daya konsentrasi agar terbiasa dalam memusatkan pikiran terhadap sesuatu. 


    Berikut ini macam-macam gerak yang dilakukan pemain dalam pertunjukan drama.
    • Movement : perpindahan tempat pemain dari satu tempat ke tempat lain.
    • Gestures : gerakan badan dengan angautanya, ke kiri, ke kanan, berputar ke belakang dengan salah satu kaki sebagai porosnya.
    • Business : gerakan-gerakan kecil yang dilakukan oleh tangan, jari, kepala.
    • Gait : gerakan besar misalnya cara berjalan.
    • Detail : gerakan-gerakan yang lebih kecil, misalnya: kedip mata, menarik nafas, mengernyitkan alis dan sebagainya.

    C. Prosedur Berkarya Teater

    Selain konsep gagasan dan teknik pengungkapan, dalam berkarya teater, dibutuhkan prosedur yang benar menurut kekhasan karya cipta teater. Prosedur yang dimaksud adalah:

    1. Tujuan penciptaan
    >> Mengomunikasikan gagasan kehidupan melalui pertunjukan teater.

    2. Media pengungkapan
    >>Media pengungkapannya terdiri atas bahasa verbal dan bahasa nonverbal. 

    3. Tata kelola proses produksi teater
    >>Adapun tata kelola adalah serangkaian cara, strategi, dan teknis produksi untuk mewujudkan gagasan artistik yang diharapkan. 

    D. Menyusun Naskah Drama 

    Naskah atau lakon dibuat oleh seorang penulis naskah (sastrawan). Di dalam naskah terdapat gagasan-gagasan pengarang, tema, tokoh-tokoh , struktur dramatik , dan bahasa yang digunakan.

    1. Gagasan / ide --> Kumpulan dari nilai-nilai kehidupan yang dialami pengarang yang ingin dikomunikasikan kepada masyarakat. 

    2. Tema --> Kumpulan dari gagasan-gagasan atau ide-ide.

    3. Tokoh --> Peran-peran yang menghidupkan naskah itu sendiri. Tokoh-tokoh cerita tersebut jika diklasifikasi menjadi:
    • Peran utama yang disebut protagonis.
    • Peran lawan yaitu antagonis.
    • Peran ketiga yang mendukung protagonis atau antagonis yang disebut tritagonis.
    • Peran pembantu.
    4. Struktur dramatik--> Struktur tersebut terdiri dari: 
    • Pemaparan (eksposisi)
    • Konflikasi
    • Koflik
    • Klimaks
    • Anti 
    •  Keputusan. 
    5. Jenis bahasa yang digunakan--> Ada yang puitis (menggunakan bahasa puisi) dan ada pula yang menggunakan bahasa keseharian.
    E. Analisis Naskah Drama

    1. Pengertian Naskah Drama

    Naskah atau sastra drama merupakan karya seorang sastrawan yang memiliki bakat di bidang penulisan naskah drama. 

    2. Hal yang Harus diperhatikan dalam Menganalisis Naskah Drama
    • Judul naskah
    • Pengarang
    • Temanya
    • Letak keunikannya
    3.Hal yang Harus diperhatikan dalam Membuat Naskah Drama
    • Struktur cerita.
    • Karakter --> Perwatakan yang terdapat dalam tokoh-tokoh cerita yang kamu buat.
    • Diksi (bahasa)--> Bahasa kata-kata yang diucapkan oleh pemain sebagaisalah satu bahasa ungkap dalam drama. 
    • Ide atau gagasan
    • Perlengkapan-->  Perlengkapan yang digunakan oleh para pemain (aktor dan aktris) dan perlengkapan panggung yang biasanya disimpan di atas panggung sebagai pelengkap dalam pertunjukan drama. 

    Rangkuman Materi Seni Musik Tradisinal - Seni Budaya Kelas 10 S1 (My Journey)

    A. Jenis dan Fungsi Alat Musik Tradisional

    1. Jenis Alat Musik Tradisional

    a. Idiophone --> Alat musik jenis ini menggunakan getaran pada badan alat musik itu sendiri sebagai sumber bunyi. Cara memainkannya bermacam-macam, ada yang di goyang-goyang  dipukul, dan ditepuk.

    b. Mambranophone --> Alat musik jenis ini menggunakan lapisan tipis yang dibentangkan secara kuat di salah satu sisinya. Umumnya cara memainkannya dengan cara dipukul.

    c. Chordophone --> Alat musik jenis ini menggunakan dawai yang dibentangkan secara kuat antara dua titik tertentu.

    d. Aerophone --> Alat musik jenis ini menggunakan sumber bunyi berupa udara. Umumnya cara memainkannya dengan cara cara cara ditiup atau dipompa.

    e. Electrophone--> Alat musik ini menggunakan komponen elektronik sebagai sumber bunyinya.

    2. Fungsi Alat Musik Tradisional
    • Pengisi suara.
    • Sarana komunikasi.
    • Sarana hiburan.
    • Sarana berekspresi.

    B. Musik Sebagai Simbol
    >> Secara musikal ,simbol-simbol musik tampak pada elemen-elemen di dalamnya, seperti tinggi rendahnya nada, ritme ,dinamika , atau tempo.

    1. Nada --> Bunyi yang frekuensinya tetap ,sedangkan frekuensi adalah Jumlah getaran per detik.

    2. Ritme --> Pengulangan bunyi-bunyian menurut pola tertentu.

    3. Dinamika --> Keras lirihnya lagu menurut ukuran intensitas tertentu.

    4. Tempo--> Waktu ,kecepatan dalam ukuran tertentu.

    C. Konsep, Bentuk , dan Jenis Pertunjukan Musik Tradisional

    1. Konsep Musik Tradisional
    • Menggunakan alat musik tradisional.
    • Kostum yang digunakan adalah kostum tradisional.
    • Setiap penyajian diiringi dengan tembang atau lagu tradisional.
    2. Bentuk Musik Tradisional
    • Penyajian musik tunggal.
    • Penyajian musik kelompok.
    3. Jenis Musik Tradisional
    • Musik gambang kromong.
    • Keroncong.
    • Musik gong luang.
    • Musik santi swara dan laras madya.
    • Musik karang dodou.

    D. Apresiasi Pertunjukan Musik Tradisional

    >> Apresiasi adalah kegiatan mengenali , menilai , dan menghargai bobot seni atau nilai seni. Tujuan pokok dari apresiasi seni adalah agar masyarakat tahu apa ,bagaimana ,dan tujuan dari karya seni itu. Terdapat tiga jenis apresiasi sebagai berikut.
    1. Apresiasi empatik--> Apresiasi yang menilai suatu karya seni sebatas tangkapan indrawi.
    2. Apresiasi estetis--> Apresiasi yang menilai suatu karya seni dengan penghayatan yang mendalam.
    3. Apresiasi kritik--> Apresiasi yang mengklasifikasikan ,mendeskripsikan, menjelaskan, menganalisis, menafsirkan,  mengevaluasi, serta menyimpulkan hasil pengamatannya.
    >> Sementara itu kegiatan berapresiasi meliputi:
    1. Persepsi --> Memberikan gambaran tentang bentuk karya seni musik tradisional.
    2. Pengetahuan --> Mempresentasikan pengetahuan-pengetahuan yang telah dimiliki.
    3. Analisis --> Mendeskripsikan seni musik tradisional.
    4. Pengertian --> Membantu menerjemahkan tema ke dalam berbagai wujud seni.
    5. Penilaian --> Memberikan sebuah saran atau kritik .

    Rangkuman Materi Karya Seri Rupa Tiga Dimensi - Seni Budaya Kelas 10 Sem 1 (My Journey)

    A. Pengertian Karya Seni Rupa Tiga Dimensi
    >> Karya seni rupa tiga dimensi adalah karya yang memiliki ukuran panjang ,lebar, tinggi, dan tebal serta dapat dilihat nilai estetikanya dari berbagai arah.

    B. Jenis Karya Seni Rupa Tiga Dimensi

    1. Kejarinan keramik--> Vas bunga  ,guci, teko, kendi ,dan peralatan rumah tangga.
    2. Kejarinan logam --> Perhiasan emas, patung perunggu, senjata tajam ,peralatan rumah tangga ,dan alat musik gamelan
    3. Kejarinan kulit --> Wayang kulit, tas ,sepatu ,jaket ,dan alat musik rebana.
    4. Kejarinan kayu --> Topeng, wayang golek ,furnitur, patung ,dan hiasan ukir-ukiran.
    5. Kejarinan anyaman  --> Tempayan, topi, tutup nasi ,tikar ,serta gantungan pot tanaman.

    C. Bahan Karya Seni Rupa Tiga Dimensi
    1. Bahan lunak  --> Kertas , karton ,dan styrofoam.
    2. Bahan liat--> Tanah liat , gips , lilin dan plastisin.
    3. Bahan keras-->Kayu , batu, dan logam.
    D. Teknik Karya Seni Rupa Tiga Dimensi

    1. Teknik Anyam

    Kerajinan anyam merupakan keterampilan dalam susup menyusup antara lungsin dan pakan. Terdapat beberapa macam teknik anyam yaitu sebagai berikut.
    • Anyaman tegak.
    • Anyaman serong.
    • Anyaman kombinasi.
    • Anyaman pita.
    • Anyaman melingkar.
    • Anyaman membelit.
    2. Teknik Cor/Cetak

    Teknik cor atau cetak adalah teknik pembuatan karya dengan cara memasukkan cairan bahan yang dituangkan dalam cetakan. Terdapat dua macam teknik cor yaitu sebagai berikut.
    • Cetakan tetap --> Cetakan yang dibuat bagian demi bagian sesuai yang diinginkan tanpa merusak cetakan.
    • Cetakan hilang --> Cetakan dengan menggunakan Satu tangkup Atau dua tangkup. Cetakan ini hanya bisa dipakai satu kali.
    3. Teknik Pahat--> Teknik pahat adalah teknik pembuatan karya seni yang dilakukan dengan cara mengurangi sedikit demi sedikit bahan yang akan dibuat karya.

    4. Teknik Butsir--> Butsir adalah teknik pembuatan karya seni rupa dengan cara menambah, mengurangi ,menekan memijit-mijit ,menambah bahan, dan memukul-mukul bagian demi bagian sehingga menjadi bentuk yang diinginkan.

    5. Teknik Sambung--> Teknik sambung adalah teknik dengan cara menyambung, menyusun secara organis sampai mencapai nilai artistik.

    E. Nilai Estetis Karya Seni Rupa Tiga Dimensi

    >>Nilai estetis pada sebuah karya seni rupa dapat bersifat objektif dan subjektif. Nilai estetis objektif memandang keindahan karya pada wujud fisiknya. Sedangkan nilai estetis subjektif tidak hanya memandang bentuk fisiknya saja. Selain memperhatikan nilai estetis , dalam pembuatan karya seni rupa perlu memperhatikan nilai-nilai di bawah ini.
    1. Nilai bahan.
    2. Nilai alat
    3. Nilai teknik
    4. Nilai pakai
    5. Nilai budaya
    6. Nilai ekonomi

    Rangkuman Materi Karya Seni Dua Dimensi - Seni Budaya Kelas 10 (My Journey)

    A. Jenis Karya Seni Rupa Dua Dimensi

    Seni rupa dua dimensi adalah sebuah karya seni rupa yang mempunyai batas dua sisi, yaitu sisi panjang dan lebar. Jenis karya seni rupa dua dimensi, antara lain:

    1. Seni grafis --> Cabang seni rupa yang dalam pembuatannya membutuhkan alat bantu.

    2. Seni lukis--> Karya seni rupa dua dimensi yang dibuat pada permukaan seperti kanvas, dinding , atau kertas.

    3. Seni kaligrafi--> Suatu seni artistik tulisan tangan berbahasa Arab.


    B. Unsur Karya Seni Rupa Dua Dimensi

    Berikut adalah beberapa unsur fisik dalam karya seni rupa dua dimensi yaitu sebagai berikut.

    1. Titik --> Unsur yang paling dasar.

    2. Garis --> Kumpulan dari titik-titik yang berdimensi memanjang.

    3. Bidang--> Kumpulan dari beberapa garis yang membatasi suatu bentuk.

    4. Bentuk
    • Bentuk figuratif --> Bentuk yang berasal dari alam.
    • Bentuk abstraktif --> Bentuk figuratif yang diubah bentuknya.
    • Bentuk abstrak --> Bentuk yang menyimpang dari wujud yang ada pada alam.
    5. Ruang--> Rongga yang berbatas . Dalam seni rupa ruang bersifat semu karena berupa penggambaran saja.

    6. Warna--> Kesan yang ditimbulkan oleh pantulan cahaya pada mata.

    7. Tekstur--> Nilai raba dari suatu permukaan.

    8. Gelap terang--> Perbedaan intensitas cahaya yang jatuh pada permukaan benda.

    C. Teknik Karya Seni Rupa Dua Dimensi

    1. Teknik membatik
    >> Batik merupakan karya seni rupa yang umumnya berupa gambar pada kain.

    a. Alat dan bahan membatik
    • Kain polos --> Bahan yang akan diberi motif.
    • Malam --> Bahan untuk membuat motif .
    • Canting --> Menorehkan lilin pada kain.
    • Bahan pewarna--> Mewarnai kain.
    • Kuas --> Menutup malam pada permukaan kain yang lebar.
    b. Teknik-teknik membatik
    • Batik celup ikat--> pembuatan batik tanpa menggunakan malam sehingga bahan penghalang, akan tetap menggunakan tali.
    • Batik tulis--> Batik yang dibuat melalui cara memberikan malam dengan menggunakan canting pada motif yang telah digambar pada kain.
    • Batik cap--> Batik yang dibuat menggunakan alat cap atau stempel .
    • Batik lukis--> Batik yang dibuat dengan cara melukis .
    • Batik modern--> Batik yang cara pembuatannya bebas .
    • Batik printing--> Kain yang motifnya seperti batik  .

    2. Teknik sulam
    >>Menyulam adalah kegiatan menghias kain dengan menggunakan tusuk benang benang untuk hiasan.

    a. Dua jenis sulaman
    1. Sulaman berwarna --> Sulaman yang warna benang hiasannya sama dengan warna kain yang dihias.
    2. Sulaman berwarna --> ulaman yang warna benang dan warna kain yang dihias berbeda.
    b. Teknik menyulam
    • Tusuk tikam jejak.
    • Tusuk feston.
    • Tusuk lilit.
    • Tusuk tangkai.
    • Tusuk flanel.
    • Tusuk jelujur.
    • Tusuk tenun.
    3. Teknik tenun
    >>Teknik tenun merupakan teknik pembuatan kain yang masih tergolong kerajinan karena mengandalkan keterampilan tangan.

    D. Proses Karya Seni Rupa Dua Dimensi

    1. Membuat lukisan

    a. Alat dan bahan --> Kuas cat air /kuas cat minyak ,pisau, palet, sprayer , esel, kanvas, cat atau tinta , dll.

    b. Langkah-langkah melukis --> Membuat sketsa , Membasahi kertas dengan air ,Mewarnai ,dan sentuhan akhir

    2. Membuat batik
    >> Tahap pembuatan batik diawali dengan memola ,membatik ,mewarnai ,dan ngelorod.

    a. Memola-->Memindahkan gambar pola dari kertas ke dalam kain yang akan digunakan untuk membatik.

    b. Membatik -->Meletakkan lilin pada kain sesuai dengan pola untuk menutup sebagian kain agar tidak kemasukan warna. Ada tiga tahap peletakan lilin ,yaitu:
    • Nglowong ,yaitu meletakkan lilin yang pertama pada pola dasar.
    • Nembok ,yaitu menutup kain setelah diklowong dengan menggunakan lilin yang lebih kuat.
    • Nerusi, yaitu mengulangi membatik dari bagian belakang mengikuti batik pertama.
    c. Mewarnai -->Memberikan warna pada kain yang sudah dibatik.

    d. Nglorod -->Menghilangkan lilin dengan menggunakan air mendidih.

    E. Nilai Estetis Karya Seni Rupa Dua Dimensi

    Nilai estetis mempunyai arti nilai dari suatu keindahan yang dirasakan dan menilai seberapa Indah objek tersebut. Nilai estetis identik dengan keindahan dan keunikan sebuah karya seni rupa. Nilai estetis sebuah karya seni rupa terutama dipengaruhi oleh keharmonisan dan keselarasan penataan unsur-unsur rupanya.